0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah Chikungunya Meluas, Sukoharjo Difogging

Petugas melakukan fogging untuk mencegah penularan Chikungunya (dok.timlo.net/sahid b sutanto)

Sukoharjo — Pasca seratusan warga di Kecamatan Bulu, Weru dan Tawangsari terserang Chikungunya, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo melakukan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN), yang diawali dengan fogging (penyemprotan).

Seperti dilakukan di Dukuh Watu Lumbung, Desa Watu Bonang, Kecamatan Tawangsari, Selasa (15/1). Setelah melakukan penyelidikan epidomologi dan dinyatakan ABJ (angka bebas jentik) hanya sekitar 70 `ersen, petugas langsung melakukan fogging dan kerja bakti bersama warga sekitar, untuk pemberantasan sarang nyamuk.

Kepala Puskesmas Tawangsari, Yuni Istianti mengatakan, di Dukuh Watu Lumbung ditemukan 27 kasus Chikungunya. Puskesmas langsung mengoptimalkan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mencegah meluasnya penyakit Chikungunya. Petugas Puskesmas bersama warga melakukan fogging dan pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras tempat penampungan air, dan gerakan kebersihan.

“Sejak ditemukan kasus chikungunya kita langsung lakukan penanganan. Kita bergerak mulai dari PE, sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk PSN. Seperti terjadi di Watu Lumbung ini, dari PE diketahui ABJ yang seharusnya ditarget dapat mencapai 95 persen, namun hanya sekitar 70 persen. Berarti diwilayah ini setiap 10 rumah terdapat 3 rumah yang ada jentik nyamuknya,” ujar Yuni Istiani.

Yuni menambahkan, nyamuk yang membawa Chikungunya dapat berkembang biak karena minimnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Nyamuk yang membawa chikungunya dan demam berdarah merupakan nyamuk yang hidup di air bersih. Sehingga diharapkan, tempat penampungan air bisa dikuras setiap kali untuk mencegah jentik nyamuk berkembang biak.

Fogging tidak maksimal dalam pemberantasan sarang nyamuk. Meski difogging, tetapi tidak menerapkan PHBS dan jentik nyamuk dibiarkan berkembang biak, tetap akan membawa penyakit. Oleh karena itu diharapkan masyarakat melakukan PSN dengan menguras penampungan air dan membersihkan lingkungan,” imbuh Yuni.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge