0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Heri Sutrisno, Guru SDN 15 Solo

Pakai Ban Sepeda Bekas, Raih Juara Nasional

Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) SDN 15 Solo, Heri Sutrisno. (dok.timlo.net/sri ningsih)

Solo — Metode pembelajaran kreatif merupakan salah satu skill yang harus dimiliki oleh seorang pengajar. Selain mempermudah siswa memahami pelajaran, metode pembelajaran kreatif merupakan kompetensi dasar yang harus dikuasai setiap guru. Tak terkecuali guru olahraga.

Jika dilihat, pelajaran olahraga lebih mudah dibandingkan pelajaran yang lain. Namun tidak menutup kemungkinan di dalam memberikan materi diperlukan suatu inovasi kreatif. Seperti halnya yang dilakukan guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) SDN 15 Solo Heri Sutrisno.

Ia pun memilih materi lompat jauh sebagai metode pembelajaran kreatif.  Alasannya, karena tidak semua sekolah memiliki bak pasir untuk mempraktekkan pelejaran lompat jauh. Mengingat keterbatasan fasilitas, Heri mencoba berinovasi agar anak dengan mudah menerapkan teknik lompat jauh.

”Lompat jauh itu intinya di lima langkah terakhir itu harus benar. Untuk menandai itu awalnya saya menggunakan kapur, tapi kapur bisa hilang, kemudian daun tapi juga kurang efisien,” papar pria kelahiran 27 April 1964 ini.

Kegagalan menemukan media baru, membuat Heri semakin penasaran. Kemudian ia mencoba ban sepeda bekas yang ia beri beragam warna agar menarik minat anak. Sebagai penanda tumpuan siswa, ia hanya memerlukan 7 ban sepeda bekas dan satu kardus. Harganya juga sangat terjangkau diakuinya harga satu ban bekas hanya Rp 2 ribu.

Uniknya, penemuan Ban Sepeda Bekas Warna-warni (Badakaswani) ini, diapresiasi di tingkat nasional. Buktinya pada 6 November 2012 lalu, pria berkumis ini berhasil meraih juara dua di ajang perlombaan inovatif tingkat nasional. Lomba yang digelar di Kalimantan Timur ini bukan kali pertama Heri memperoleh kejuaraan.

Sebelumnya, di tahun 2011 ia mendapatkan juara tiga guru berprestasi di tingkat Kota Solo. Kemudian, juara satu wasit bolavoli indoor tingkat nasional dan juara satu wasit bola voli pantai tingkat nasional. Bahkan kejuaraan wasit bola voli yang ia raih sampai di tingkat internasional. ”Tahun ini saya akan menjadi wasit bolavoli lagi di Myanmar,” kata pria lulusan IKIP Budi Utomo Malang ini..

Dikatakan, metode ini sudah diterapkan sejak tahun 2010 untuk pembelajrana kelas 3,4, dan 5 SD. Agar bisa dicontoh  sekolah lain, CD prakteknya juga sempat ia putar dalam pertemuan guru olahraga di Kecamatan Laweyan. ”Saya harap dengan inovasi penemuan metode pembelajaran yang baru ini menjadi solusii bagi sekolah yang tidak memiliki bak lompat jauh,” ujarnya kepada Timlo.net, baru-baru ini.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge