0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dinkes Wonogiri Waspadai DB dan Chikungunya

(ilustrasi) Kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk untuk mencegah demam berdarah (Dok. Timlo.net/ Sahid)

Wonogiri — Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri memberikan imbauan ke masyarakat soal penyebaran  penyakit Demam Berdarah (DB) dan Chikungunya. Imbauan tersebut menyusul data yang mencatat 7 penderita DB dan puluhan pasien chikungunya, tak kurang dari setengah bulan ini.

“Tahun 2012 kemarin, selama setahun hanya ada 13 kasus. Lha, tahun ini, baru setengah bulan jalan sudah 7 kasus DB. Jadi ada indikasi peningkatan jumlah kasus demam berdarah,” kata Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3L) Dinkes Wonogiri, Supriyo Heriyanto mewakili Kadinkes Wonogiri, Widodo.

Selanjutnya, Supriyo yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/1) mengutarakan, tujuh penderita DB berasal dari Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri Kota, Baturetno, dan Manyaran. Daerah-daerah tersebut menurut Supriyono merupakan wilayah endemis demam berdarah.

Disamping DB, penyakit yang juga perlu diwaspadai adalah Chikungunya. Gara-gara penyakit yang ditularkan nyamuk ini, 61 orang di Pracimantoro, 29 orang di Jatisrono dan belasan orang di Baturetno mesti menjalani perawatan di satuan kesehatan setempat.

Terpisah, Kepala Puskesmas Baturetno I, Budi Ashari mengemukakan, masyarakat terdampak Chikungunya di wilayahnya sudah ditangani. Saat ini, penderita sedang dalam masa pemulihan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge