0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tedy AS: Dana Rp 20 Miliar untuk Persis Tak Rasional

Persis LI saat melakukan pertandingan uji coba di Stadion Manahan beberapa waktu lalu. (Dok.Timlo.net/ Aryo Yusri Atmaja)

Solo — Jajaran pengurus Persis Solo bentukan kompetisi PT Liga Indonesia (LI) belum bisa memutuskan kapan akan dilakukan pemaparan program di hadapan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) dan Pengurus Cabang (Pengcab) Persis Solo. Pemaparan program Persis Solo LI sendiri merupakan bagian dari persiapan tim berjuluk Laskar Sambernyawa sebelum pentas pada musim 2013.

Walikota Solo sendiri juga meminta harus ada kejelasan sebelum mengikuti kompetisi melalui pemaparan, baik soal program maupun kesiapan keuangan sponsor. Terkait dengan permintaan Walikota Rudy bahwa setiap sponsor harus menggaransi dana Rp 20 miliar untuk Persis dalam kompetisi, mendapat tanggapan dari pengurus Persis.

Koordinator 26 klub internal Persis, Tedy AS mengatakan, dana yang diklaim senilai Rp 20 miliar sungguh tidak rasional untuk sebuah klub yang berkecimpung di kasta Divisi Utama. Kendati demikian, pihaknya tetap menghormati keinginan Rudy sebagai Walikota dan eks Ketum (Ketua Umum) Persis agar Persis tetap mampu berprestasi.

“Soal dana sebesar itu yang diminta beliau (Walikota)). Itu jelas terlalu besar, yang jelas sponsor tetap akan menyanggupi meski dana tidak sebesar itu. Tapi kalaupun ada yang sponsor yang menyanggupi Rp 20 miliar ya malah bagus,” kata Teddy, Senin (14/1)

“Kami tinggal menunggu jawaban sponsor. Jadi soal pemaparan ke Walikota dan Pengurus Cabang ya menunggu langkah dari sponsor,” imbuhnya.

Salah satu tim Pelatih Persis LI, Hong Widodo juga menuturkan, akan sangat senang apabila sponsor sudah deal dan segera mengikat para pemain yang selama ini mengikuti seleksi. Menurut Hong, banyak pemain potensial terutama dari daerah Solo dan sekitarnya yang menjadi prioritas untuk diikat kontraknya.

“Jujur materi pemain yang ikut seleksi kali ini lebih bagus dibandingkan musim kemarin. Ada Tri Handoko, Ferry Anto, Yunet, Imam Rochmawan serta beberapa pemain Persis LI musim lalu. Belum lagi pemain-pemain belia dari Pelita dan Persebaya,” beber Hong.

“Mengapa kami tetap menginginkan bermain di kompetisi PT LI karena Persis ini untuk menampung begitu banyak pemain berpotensi yang ternyata dimiliki Kota Solo. Mereka pantas bermain di Persis dan mengharumkan nama Persis sebagai putera daerah,” tegas Hong.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge