0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masalah Air Cokro, Bibit Waluyo Cuek

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo (timlo.net - dhefi)

Solo — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Bibit Waluyo lepas tangan dalam urusan pemanfaatan sumber air Cokro, Tulung, Klaten. Padahal sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng diminta untuk memediasi dua wilayah yang bersengketa, yakni antara Pemkot Solo dan Pemkab Klaten.

Bibit, ketika ditanya masalah kelanjutan upaya mediasi dari Pemprov Jateng kepada dua wilayah tersebut memilih tidak banyak berkomentar. Bahkan, dirinya cenderung lepas tangan dan tidak mau tahu dengan urusan sumber air Cokro. “Kan ono Walikota, ben Walikotane sing ngurusi (Kan ada Walikota, biar Walikotanya yang mengrusi — Red),” kata Bibit dengan nada tinggi, usai memimpin upacara pemakaman mantan Gubernur Jateng, Mayjen (Purn) TNI Moenadi, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti, Jurug, Solo, Senin (14/1).

Menanggapi pernyataan Gubernur, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Budhi Suharto sangat menyayangkannya. Padahal, kapasitas Pemprov selaku pihak yang memediasi dua wilayah tersebut sangat diperlukan. Budhi menganggap, selama ini pembicaraan antara Pemkab Klaten dan Pemkot Solo mengalami jalan buntu. Salah satu solusi alternatif pemecahan masalah pemanfaatan sumber air Cokro dengan melibatkan mediator yang berada satu tingkat di atas keduanya, yakni Pemprov sendiri. “Kami masih berharap pada Pemprov, bagaimana melakukan upaya mediasi yang sifatnya netral,” terangnya.

Sekda mengaku, pada akhir Desember tahun lalu Pemkot Solo sudah mengirimkan surat permohonan mediasi kepada Pemprov Jateng, yang dialamatkan kepada Biro Kerjasama Pemprov. Namun dirinya mengaku, sampai saat ini belum mendapat jawaban dari Pemprov.

Permasalahan pemanfaatan sumber mata air Cokro meruncing manakala Pemkab Klaten menagih utang pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo atas biaya pemanfaatan air sebesar Rp 4,1 Miliar. Disatu sisi, Pemkot Solo mempertanyakan dasar aturan yang digunakan untuk menagih biaya tersebut. Hingga kini, kedua wilayah masih berpegang pada prinsip masing-masing.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge