0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PP 109/2012 Ancam Industri Periklanan Solo

Salah satu jalan di Kota Solo (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo¬† — Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan rupanya terus menuai kontroversi. Setelah dikhawatirkan bakal berdampak negatif bagi kelangsungan industri rokok skala kecil, pemberlakuan PP tersebut juga ditengarai akan mengancam industri periklanan.

Bukan hanya iklan media outdoor alias luar ruang saja yang nantinya bakal terpengaruh, namun menurut Ketua Asosiasi Perusahaan dan Praktisi Periklanan Solo (Asppro), M Qoyim, iklan media cetak pun juga akan terkena imbasnya.

Khusus untuk iklan media outdoor, pemberlakuan PP Nomor 109 Tahun 2012 berpotensi menurunkan pendapatan sebesar Rp 1,5 miliar pertahun. Jumlah itu pun baru berasal dari retribusi saja, belum memperhitungkan pajak maupun titik-titik reklame yang berada di luar tanah milik Pemerintah Kota Solo.

Sementara jika ditilik lebih jauh, dikatakan Ketua Bidang Media Outdoor Asppro, Ginda Ferachtriawan, pemberlakuan PP tersebut berpotensi menggerus pendapatan dari seluruh jenis reklame sekitar Rp 5 miliar pertahun. Adapun untuk pendapatan dari iklan rokok saja, potensi kehilangannya diperkirakan bisa mencapai Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar pertahun.

Salah satu pasal dalam PP tersebut yang dinilai memberatkan kalangan industri periklanan, yakni pasal 31 yang mengatur tentang iklan di media luar ruang. Disebutkan, iklan di media luar ruang harus memenuhi empat ketentuan.

Dalam hal ini tidak diletakkan di kawasan tanpa rokok, tidak diletakkan di jalan utama atau protokol, harus diletakkan sejajar dengan bahu jalan dan tidak boleh memotong jalan atau melintang. Serta tidak boleh melebihi ukuran 72 meter persegi.

“Harus ada aturan main yang jelas. Oleh sebab itu, kami minta petunjuk dari pemerintah kota terkait hal ini. Kita duduk dulu dan kita cermati sama-sama,” pungkas Ginda kepada wartawan, di Solo, Senin (14/1).



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge