0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tanggul Jebol, 52 Hektar Padi Terancam Gagal Panen

Tanggul Kali ambrol (dok.timlo.net)

Klaten —  Tanggul Kali Padangan, Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Klaten jebol akibat diterjang banjir, Minggu (13/1) petang. Akibatnya, tanaman padi milik petani di lahan seluas 52 hektare mengalami gagal panen.

“Hujan yang mengguyur sekitar empat jam membuat tanggul Kali Padangan jebol. Kejadian pada Minggu kemarin sekitar pukul 18.00 WIB,” ujar Kepala Desa Karangasem, Sugiyanto, Senin (14/1).

Sugiyanto menjelaskan, tanggul Kali Padangan memiliki ketinggian enam meter dari permukaan air dan membentang disepanjang area pertanian desa setempat. Namun guyuran hujan lebat pada Minggu kemarin membuat banjir meluap hingga permukaan. Derasnya terjangan banjir membuat tanggul jebol sepanjang 20 meter.

“Akibat jebolnya tanggul itu kini petani tak bisa menggarap sawahnya lantaran rusak akibat terendam banjir bercampur tanah. Ada 52 hektare tanaman padi usia tiga bulan terancam tidak bisa panen,” ujarnya.

Sementara itu, guna mengantisipasi adanya banjir susulan, kini warga mulai memasang karung plastik yang diisi pasir untuk dijadikan tanggul darurat. Penambalan tanggul itu membutuhkan 200 karung plastik bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten.

“Selain bantuan karung plastik, BPBD juga memberikan bantuan empat dos mie instan dan lima kilogram gula pasir sebagai logistik saat gotong-royong berlangsung,” kata Sugiyanto.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga mengajukan bantuan ke Pemkab Klaten berupa beras untuk akomodasi selama warga bergotong-royong membuat tanggul darurat.

“Rencananya hari ini (Senin, 14/1) proposal bantuan akan kami kirim ke Pemkab Klaten melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi,” imbuh Sugiyanto.

Sementara itu, selain tanggul Kali Padangan, titik rawan tanggul jebol juga mengancam tanggul Kali Gamping di Dukuh Bengalan, Desa Karangasem, Cawas. Tanggul yang memiliki tinggi lima meter itu terancam jebol lantaran kondisinya yang rapuh dan sungai mengalami pendangkalan.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge