0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menunggu Jadwal Operasi, Pasien RSUD Sragen Terlantar

Kondisi pasien di Ruang Mawar RSUD di Soehadi Prijonegoro Sragen. (dok.timlo.net)

Sragen – Sekitar 15 pasien yang menghuni ruang Mawar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soehadi Prijonegoro Sragen merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit. Pasalnya, mereka dibiarkan menunggu berhari-hari untuk dapat segera dioperasi akibat penyakit yang dideritanya.

Selain itu kapasitas ruangan yang terbatas juga membuat beberapa pasien terpaksa tidur di lantai, karena mereka tidak mendapatkan tempat tidur. Kondisi tersebut terjadi selama beberapa hari, sehingga membuat pasien dan keluaganya merasa tidak diperhatikan oleh pihak rumah sakit.

Salah satu pasien asal Dukuh Dukuh RT 11, Jenar, Kecamatan Jenar, Edi (11) yang mengalami patah tulang selain menunggu jadwal operasi yang belum jelas, juga pernah tidur di ruang tunggu selama beberapa hari karena tidak mendapatkan tempat tidur. “Kami belum tahu kapan akan diopersi, kata dokter harus menunggu hasil pemeriksaan lebih dahulu. Padahal kita sudah menunggu berhari-hari untuk dapat segera dioperasi,” katanya ketika ditemui wartawan di ruang Mawar, Sabtu (12/1).

Kepala Desa Jenar, Samto, yang ikut menjenguk warganya di ruang Mawar RSUD dr Soehadi Prijonegoro, juga mengeluhkan pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit. Bahkan dia mengungkapkan selain seorang warganya, masih ada 15 pasien lainnya yang juga menunggu antrian untuk dapat dioperasi.

“Sampai sekarang belum ada kejelasan kapan mereka akan dioperasi. Mestinya rumah sakit segera mengoperasi, kalau tidak kasihan pasien terlalu lama menunggu,” kata Samto.

Sementara itu salah satu perawat yang menjaga ruang Mawar, Rudi, kepada Timlo.net, mengatakan, jumlah tempat tidur yang ada di ruang Mawar seluruhnya ada 44 buah. Sedangkan jumlah pasien yang ada adalah sekitar 50 orang. diakui Rudi, memang ada beberapa pasien yang terpaksa tidur di ruang tunggu, karena mereka harus antri menunggu ada pasien yang pulang.

“Jumlah tempat tidur ada 44 buah, tapi pasiennya ada lima puluhan, untuk dapat tempat tidur mereka harus menunggu dulu sampai ada pasien yang pulang,” katanya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge