0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jadi Syarat Sertifikasi, Seminar Diserbu Ribuan Guru

Ribuan guru mengikuti seminar dan workshop sertifikasi (Dok.Timlo.net/ Sahid B Susanto)

Sukoharjo — Program sertifikasi guru masih menjadi primadona dan obsesi di kalangan pendidik. Semua guru berlomba mengejar perolehan setifikat yang berbuah tambahan penghasilan. Untuk menunjang persyaratan sertifikasi tersebut, guru harus mengikuti kegiatan seminar, workshop maupun semiloka mengenai sertifikasi. Oleh karena itulah, kegiatan seminar yang diselenggarakan kebanjiran peserta.

Seperti dalam seminar dan workshop nasional tentang pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, serta PKB yang digelar di Pendopo Graha Satya Praja Setda Pemkab Sukoharjo, Minggu (13/1). Tercatat sedikitnya 1900 guru peserta seminar yang ingin mendapatkan informasi tentang serifikasi.

Dalam seminar itu dihadirkan sejumlah pembicara yang cukup mumpuni dibidang sertifikasi, seperti Prof Dr Tri Marhaeni yang merupakan tim penilai angka kredit tingkat nasional. Tri Marhaeni menyampaikan tentang publikasi ilmiah sesuai permenpan 16/2009 dan kenaikan pangkat tahun 2013.

Ketua Panitia seminar, Budi Maryono mengatakan,  minat guru untuk memperoleh ilmu menuju sertifikasi cukup tinggi. Tak heran, setiap penyelenggaraan seminar atau workshop tentang sertifikasi pasti diserbu.

“Mulai tahun 2013, pengembangan profesionalitas guru yang akan naik pangkat diwajibkan membuat pengembangan profesi. Sebagai contoh adalah membuat PTK dan menulis buku berjurnal ISBN. Kita akan mengajarkan tehnik penulisan termasuk upaya mendapatkan ISBN untuk guru yang belum tersosialisasikan,” ungkap Budi Maryono.

Sementara itu, sejumlah peserta seminar mengaku sangat apresiasif. Karena melalui seminar dan workshop mereka mendapatkan ilmu dan informasi baru mengenai sertifikasi.

“Memang kita sangat apresiasif mendapatkan informasi seputar sertifikasi. Disini kita juga mendapatkan kisi-kisi  pembuatan buku, sesuai yang disyaratkan dalam pemberkasan sertifikasi,” ungkap Sri, guru dari Kecamatan Gatak.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge