0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cuaca Ekstrim, Warga Merapi Nekat Trabas Kali Woro

Sejumlah pengendara motor nekat menyeberangi alur Kali Woro, Kemalang, Klaten (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan material lokal bekas erupsi Gunung Merapi kerap mengaliri Kali Woro di Kecamatan Kemalang, Klaten. Namun kondisi itu tidak menyurutkan warga yang bermukim di lereng Gunung Merapi untuk tetap melintasi alur lahar dingin tersebut.

Pantauan Timlo.net, Minggu (13/1), sejumlah pengendara sepeda motor hilir mudik menyeberangi alur Kali Woro yang menjadi penghubung Desa Sidorejo dengan Desa Balerante, Kemalang, Klaten.

Pengendara harus berjibaku dengan menuruni jalanan terjal yang merupakan material bekas erupsi Merapi. Bahkan untuk menghindari bebatuan besar, pengendara terpaksa melintasi jalan setapak di bawah tebing sungai.

Riyadi (46), warga Sidorejo, Kemalang, menuturkan dirinya terpaksa melintasi alur Kali Woro lantaran tidak ada jalan alternatif lain untuk cepat sampai di desa tetangga, Desa Balerante, atau sebaliknya.

“Sebenarnya khawatir juga, tapi apa boleh buat karena jika melewati jalan utama harus memutar lebih jauh sekitar lebih dari delapan kilometer. Sedangkan jika lewat alur Kali Woro hanya beberapa menit sampai,” ujarnya, Minggu (13/1).

Pilihan melintasi alur Kali Woro juga dilakukan Damar (34), warga Desa Balerante, Kemalang. Ia mengaku berani menyeberangi alur Kali Woro saat cuaca dalam kondisi cerah.

“Memang akhir-akhir ini sering turun hujan jadi harus berhati-hati, yang penting lihat cuaca. Jika saat cuaca cerah saya berani, namun jika hujan tidak ada yang berani menyeberang,” tuturnya.

Sementara itu, hujan deras yang mengguyur puncak Gunung Merapi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan aliran lokal lahar dingin membanjiri alur Kali Woro di Desa Sidorejo, Kemalang, Klaten.

Bahkan banjir lahar dingin sempat menjebolkan Dam Karangbutan hingga rata dengan dasar sungai. Jebolnya Dam sepanjang seratus meter dengan kedalaman 20 meter ini yang paling parah di awal 2013 setelah jebolan pertama pada 2010 silam.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge