0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Semasa Hidup, Mantan Gubernur Moenadi Pegiat Yayasan

Mayjen Purn H Moenadi (Dok.Timlo,net (istimewa))

Solo —  Sejumlah pekerja menyiapkan tenda di sebuah rumah di Jl Menteri Supeno no 12, Manahan, Solo. Di sampingnya beberapa karangan bunga duka cita di antaranya dari Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo tampak bersandar di dinding. Sementara, beberapa tamu berpakaian hitam-hitam tampak berdatangan ke rumah tersebut.

Itulah suasana persiapan di rumah duka mantan Gubernur Jawa Tengah Almarhum Mayjen (Purn) H Moenadi, Minggu pagi (13/1). Rencananya, jenazah Almarhum akan dimakamkan Senin (14/1) di  Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bakti Solo pukul 13.00 WIB.

Ditemui di rumah duka, istri Almarhum Mayjen Moenadi, Fatmawati Moenadi mengatakan suaminya menghembuskan nafas terakhir, Sabtu (11/1) pukul 18.00 WIB setelah sempat dirawat lima hari di Rumah Sakit Panti Waluyo. “Kalau ditanya sakitnya, bisa dibilang bapak sakit menua, karena usianya sudah 90 tahun,” ujarnya kepada Timlo.net, Minggu pagi (12/1).

Dikatakan Fatmawati, Almarhum yang pernah menjabat Gubernur Jawa Tengah selama dua periode  di tahun 1966-1976 itu menetap di Solo sejak 1981. “Semasa masih aktif,  dulu bapak sering pindah tugas juga ke Kalimantan, Irian, Balikpapan dan kota -kota lainnya,” urainya.

Selepas menjadi Gubernur Jawa Tengah dua periode, lanjut Fatmawati, Almarhum Moenadi lebih banyak mengurusi beberapa yayasan yang ia rintis. “Bapak pernah aktif di Yayasan Dono Dini dan Yayasan Baiturahman yang bergerak di bidang pendidikan. Selain itu Bapak juga sempat menjadi Ketua DHC Pejuang ’45 Jawa Tengah,” ungkapnya.

Almarhun yang lahir 26 Desember 1923 itu meninggalkan seorang istri, empat putra, sembilan cucu dan lima buyut. “Saya merupakan istri kedua, mengingat istri pertama Bapak meninggal tahun 1974,” pungkas Fatmawati.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge