0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Telur Itik Boyolali Sempat Ditolak di Jatim

Kematian itik secara massal di Banyudono dipastikan bukan disebabkan serangan Flu Burung (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Kematian itik mendadak di wilayah Banyudono, Sawit (Boyolali) dan eks-Karesidenan Surakarta berimbas pada penjualan telur itik. Peternakan itik di Boyolali mengaku telur-telur itik mereka sempat ditolak masuk ke wilayah Jawa Timur.

Seperti diceritakan salah seorang peternak itik di Boyolali, Djoko Suwanto. Saat hendak mengirim telur itik ke wilayah Jember Jawa Timur, di daerah Mantingan ia dicegat petugas pihak berwajib Jatim. Mereka diminta kembali karena Jatim tidak menerima telur itik dari Jateng. “Waktu itu tidak diberikan alasannya apa. Hanya disuruh kembali. Dugaan saya ya karena ada indikasi flu burung pada itik,” ungkap Djoko, kemarin.

Namun, setelah ada hasil rapid test dan hasil laboratorium veteriner Yogyakarta yang menyatakan kematian itik di Boyolali bukan karena AI (Avian Influensa), pihaknya merasa tenang. Setidaknya, hasil tersebut bisa mengembalikan penjualan telur dan itik terutama ke luar daerah pasca merebaknya kematian itik secara tiba-tiba.

“Ya harapan kami semua bisa pulih kembali,” lanjut Itri, peternak lain.

Selain berpengaruh pada penjualan telur itik, dugaan terjangkitnya flu burung pada itik juga berdampak pada harga itik yang merosot tajam. Akibatnya banyak peternakan yang enggan membeli bibit itik



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge