0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perangkat Desa kok Pemalas?

Kepala Bagian Pemerintah Desa (Pemdes) Wonogiri, Sriyono (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri —  Kepala Bagian Pemerintah Desa (Pemdes) Wonogiri, Sriyono mengaku banyak terjadi kasus keterlambatan penyampaian SPJ atas pertanggungjawaban penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD). Dia menduga, hal itu lantaran perangkat desa selaku pembuat SPJ malas mengerjakannya secara tepat waktu.

Lantaran terlambat itulah seringkali terjadi, desa tidak bisa mencairkan ADD-nya. Seperti di Desa Guna, Jatiroto. Dimana desa tersebut tidak bisa mencairkan ADD triwulan keempat sebesar Rp 21 juta, lantaran SPJ ADD triwulan ketiga masuk sangat terlambat, yakni  hanya sepekan sebelum tahun anggaran 2012 berakhir.

“Seharusnya SPJ penggunaan ADD disampaikan sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Namun, yang terjadi justru banyak yang terlambat. Bahkan sampai akhir bulan baru dimasukkan,” ujar Sriyono, Minggu (13/1).

Sriyono mengungkapkan, keterlambatan itu murni faktor malas. Pasalnya, sumber daya manusia di desa sebenarnya cukup mampu membuat SPJ ADD. Dan Pemdes sudah berulangkali membimbing.

Ngadiyono,  anggota Komisi A DPRD Wonogiri mengemukakan, keterlambatan kinerja perangkat desa sebenarnya juga menjadi tanggung jawab Pemkab. Solusinya, Pemkab mesti terus menekan perangkat desa agar tertib administrasi. Kepada perangkat desa, Ngadiyono berharap bisa mengubah pola kerja.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge