0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ngeyel, Belasan Pengendara Motor Melintas di CFD

Pengendara motor ini ngeyel melintas di CFD, Minggu (13/1). (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Banyaknya pengendara kendaraan bermotor melintas di Car Free Day (CFD), membuat jajaran Dishubkominfo Pemkot Solo dan Satlantas Polresta Solo menjadi gerah. Meski berkali-kali mereka diingatkan untuk tidak melintas saat CFD digelar, namun dalam kurun waktu satu jam saja, belasan kendaraan bermotor berhasil ditilang.

“Hal tersebut untuk memberikan efek jera kepada mereka agar mentaati peraturan yang telah dibuat. Masalahnya, CFD ini diciptakan untuk menikmati suasana hari libur bebas dari kendaraan bermotor. Namun masih ada saja warga yang tidak menaatinya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Solo, Yosca Herman Soedrajat saat ditemui wartawan.

Yosca mengatakan, operasi gabungan yang dilakukan di CFD jalan Slamet Riyadi, Minggu (13/1) tersebut melibatkan total ratusan personil, baik dari jajaran Dishubkominfo Solo maupun Polresta Solo. Ratusan personil gabungan tersebut disebar ke beberapa titik yang rawan terjadi aksi main serobot pengendara motor ke dalam area CFD, diantaranya Purwosari, Nonongan, Sriwedari, hingga Pasar Pon.

“Kami menempatkan personil di beberapa titik yang rawan penyerobotan. Pihak Polisi yang mengurusi penilangan. Petugas Dishub yang menertibkan,” ujarnya.

Sementara itu,  Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Matrius mengatakan razia tersebut sebagai tindak lanjut dari laporan hasil survei. Dari survey yang dilakukan Satlantas selama akhir Desemeber 2012 dan awal Januari 2013, jumlah kendaraan yang masuk ke area CFD semakin meningkat.

“Dalam satu jam saja sudah memberikan surat tilang sebanyak 12 buah. Bayangkan kalau sampai tiga jam. Dan kemungkinan itu terus meningkat apabila tidak segera ditanggulangi,” katanya.

Selain menilang pengendara yang memasuki area CFD, lanjut Matrius, jajarannya juga ikut menilang pengendara yang mematikan mesinnya dan menuntun motor saat menyeberang. Hal itu dilakukan agar pengendara lainnya tak ikut-ikutan. “Kami telah menyediakan simpang empat di Gendengan dan Ngapeman untuk melintas. Kalau melintas selain di perempatan tersebut ya terpaksa kami tilang,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge