0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sesuaikan Amdal,

Pembangunan Hotel Saripetojo Diundur Februari

Bekas Pabrik Es Saripetojo akan dibangun hotel (dok.timlo.net/dhefi)

Solo – Pembangunan  Hotel dan Convention Hall Saripetojo baru bisa dimulai pertengahan Februari mendatang atau mundur sebulan dari yang dijadwalkan.  Penyebabnya, Rencana Kerangka Acuan (RKA) Analisa mengenai dampak dan lingkungan (Amdal) harus dirubah seiring dengan pembangunan underpass Purwosari yang bersebelahan dengan rencana pembangunan hotel.

Selain perubahan pada RKA amdal, advice bangunan juga diubah, yang semula 16 lantai menjadi 11 lantai. “Perubahan lantai menyesuaikan dari ijin yang dikeluarkan. Bangunannya terdiri dari basement, 4 lantai untuk pertokoan dengan fasilitas pendukung ruang meeting, yang lantai 5 sampai 10 khusus untuk hotel,” kata Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (Perusda) Citra Mandiri, Sayuti, kepada wartawan kemarin.

Ia mengungkapkan, RKA amdal sudah diajukan ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng). Tahapannya, pembahasan Amdal akan dilakukan oleh BLH Pemprov Jateng pada pekan depan. Setelah pembahasan selesai, rencananya pada 23 Februari mendatang Perusda Citra Mandiri melakukan paparan pada Pemkot Solo terkait perubahan advice bangunan tersebut.

Perubahan RKA Amdal sendiri menurutnya menyesuaikan dengan pembangunan underpass di kawasan Purwosari. Seiring dengan pembangunan underpass, dua ruas jalan yang berimpitan dengan lahan Saripetojo akan dilebarkan. “Ijin pada RKA pertama tahun 2011 belum ada pelebaran jalan. Karena ada pembangunan underpass, kami menyesuaikannya,” terangnya.

Jalan Agus Salim yang berada pada sisi timur Saripetojo akan dilebarkan 14 meter, yakni 7 meter pada sisi timur jalan dan 7 meter pada barat jalan yang memangkas sebagian lahan Saripetojo. Sedangkan untuk Jl Transito atau depan pasar buah Purwosari akan dilebarkan 20 meter yang terbagi masing-masing 10 meter pada sisi kiri dan kanan jalan. Pelebaran Jl Transito akan memangkas lahan Saripetojo selebar 10 meter.

Terkait parkir kendaraan, dirinya memastikan daya tampung parkir kendaraan tidak mengalami perubahan meski ada penyesuaian konsep bangunan. “Ruang parkir bisa menyesuaikan, basement cukup untuk menampung 300 mobil. Perencanaan pertama untuk hotel kan 180 kamar, dengan perencanaan yang baru nanti cuma 140 kamar saja,” jelasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge