0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Ngotot Minta Ganti Rugi Tol Rp 7 Miliar

Proyek pembangunan jalan Tol Solo - Kertosono (Soker) (dok.timlo.net/nanang rahardian)

Karanganyar Pihak Pemerintah Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, Karanganyar bersikukuh menuntut ganti rugi tanah kas desa seluas kira-kira 2,2 haktar dengan nilai nominal memadai. Karena selama ini harga yang ditawarkan kepada desa dinilai jauh dari memadai.

“Permintaan desa untuk ganti rugi tanah kas yang terkena jalan tol Solo-Kertosono (Soker) minimal Rp 7 miliar. Karena menurut kami hal itu sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Kepala Desa Ngasem, Djoko Slamet Hariadi ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (11/1)

Menurut Djoko, beda penaksiran nilai tanah antara desa dan Pemkab di antaranya terletak pada penafsiran status tanah. Dia mencontohkan sesuai dengan buku leter C milik desa, tanah makam yang terkena jalan tol dihargai dengan harga tanah basah yang dianggap lebih rendah. Padahal sesuai buku leter C, tanah makam itu masuk kategori tanah kering sehingga pihak desa bersikukuh mempertahankan tuntutan mereka.

Lebihlanjut Djoko menjelaskan, jika kemudian hari Pemkab Karanganyar juga bersikukuh hanya mau memberi ganti rugi Rp 6,5 miliar, pihaknya akan membawa persoalan ini ke rapat desa. Sebab pihak desa dianggap tak bisa memutuskan persoalan ini tanpa melibatkan warganya.

Dikhawatirkan jika desa menerima ganti rugi seperti yang ditetapkan Pemkab senilai Rp 6,5 miliar akan kesulitan mendapatkan ganti tanah kas tersebut. Sebab harga tanah di desanya kini dinilai telah melambung tinggi, menyusul pembangunan proyek jalan tol tersebut.

Djoko mengatakan dalam mencari ganti tanah kas yang terkena jalan tol, pihaknya berusaha keras mencari tanah yang masih satu desa. Karena jika tanah tersebut berada di luar desa, dianggap rawan penyelewengan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge