0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awal Tahun, Penjualan Batik di Kampung Wisata Loyo

Fahion (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo – Penjualan produk batik di dua kampung wisata Kota Solo, yakni Kampoeng Batik Laweyan dan Kampung Wisata Batik Kauman cenderung loyo di awal 2013 ini. Kondisi tersebut tidak lepas dari rendahnya tingkat kunjungan wisatawan sebagai pengaruh dari masa low season.

Sebagaimana diakui Ketua Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman Solo, Gunawan Setiawan, Sabtu (12/1), saat ini permintaan produk batik dari konsumen retail cenderung rendah. Sepinya permintaan mulai terjadi seusai libur panjang sekolah beberapa waktu lalu.

Selain lantaran aktivitas sekolah maupun kerja yang sudah mulai berjalan normal kembali, rendahnya tingkat kunjungan dan belanja juga banyak dipengaruhi faktor cuaca. Kondisi hujan yang terus-menerus membuat sebagian kalangan enggan untuk berwisata dan berbelanja.

Menyikapi kondisi penjualan yang terbilang kurang moncer tersebut, diakui Gunawan, kalangan pelaku usaha tidak lantas bersikap pasif menunggu datangnya konsumen. Namun, tetap berupaya menggaet pasar melalui berbagai agenda promosi.

Rendahnya penjualan produk batik secara retail di awal tahun ini juga diakui Sekretaris Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan Solo, Widhiarso. Hanya saja, volume penjualan tidak serta merta turun drastis, mengingat sejauh ini masih ada wisatawan yang sengaja singgah untuk kepentingan belajar proses membatik.

Di sisi lain, laju bisnis juga ditopang dari pemasaran dalam partai besar baik dari konsumen dalam kota maupun luar Kota Solo. Apalagi menjelang tahun ajaran baru ini, sebagian pelaku usaha batik sudah menerima pesanan untuk kebutuhan seragam sekolah.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge