0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kios Lebih Sempit, Pedagang Pasar Nongko Kecewa

Suasana saat melakukan pengundian kios (timlo.net - dhefi)

Solo —  Sebagian pedagang Pasar Nongko, Kecamatan Banjarsari, Solo mengeluhkan sempitnya kios dan los yang mereka tempati di pasar yang baru. Pedagang merasa khawatir merasa tidak nyaman karena lebar kios atau los lebih kecil dari semula.

Ditemui wartawan saat pengundian lokasi kios dan los pasar tersebut, sejumlah pedagang mengaku kecewa dengan luas tempat berdagang mereka yang lebih sempit dari semula. Salah seorang pedagang oprokan yang bakal menempati los di basement pasar, misalnya.

Ia mengaku bakal kesulitan dalam menggelar dagangannya nanti karena terlalu sempit, yakni berukuran 0,9 x 0,9 meter. Sebelumnya, di pasar lama luas los yang ditempatinya seluas 1 x 2,5 meter. “Lha nggih pripun Mas, namung sak monten (Lha gimana ya Mas, cuma segitu luasnya –Red),” katanya kepada wartawan, Sabtu (12/1).

Di lantai basement, pedagang dikelompokkan tiap 8 los oprokan dalam sebuah petak berukuran 3,6 x 1,8 meter. Jika dibagi, tiap pedagang menempati luas 0,9 x 0,9 meter.

Pernyataan senada disampaikan oleh seorang pedagang daging yang akan menempati lantai 3, Teguh Wiyono. Dulu, di pasar lama ia menempati los dengan luas 1,5 x 1 meter. Di tempat baru, ukurannya berubah menjadi 0,6 x 0,9 meter. “Untuk jualan susah, gang untuk lewat pembeli jadi sempit,” tuturnya.

Selain itu, ia agak terganggu dengan keberadaan tangga yang menghubungkan antara lantai dasar dengan lantai 1. Tangga yang disediakan tidak menggunakan anak tangga. “Saya pernah menanyakan hal ini, katanya untuk akses difabel. Tapi kenyataannya kalau buat angkat barang, jalan jadi licin,” terangnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo, Subagyo mengakui hal tersebut. Namun ia  beralasan, luas kios ataupun los jadi sempit karena disesuaikan dengan luas bangunan yang terbatas. Hal itu disebabkan karena ruas yang berada di kedua sisi pasar, yakni jalan RM Said dan jalan Hasanuddin akan dilebarkan menjadi 14 meter.

“Pasar mau tidak mau jadi menciut manakala harus menampung semua pedagang yang ada. Lahan yang ada dicukup-cukupkan. Ukurannya memang jadi kecil-kecil. Yang kios berkurang 2 meter. Kalau los rata-rata berkurang 0,5 meter,” terang Subagyo.

Namun ia mengklaim, sempitnya kios maupun los tidak begitu berpengaruh bagi para pedagang. “Banyak yang punya lebih dari 2 SHP. Kalau yang pedagang oprokan itu kan datang dan pergi, jadi tidak masalah. Saat ini bagi pedagang, yang penting pasar bisa untuk usaha,” ungkapnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge