0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelestari Lurik dan Batik

Sandiyo Terima Upakarti dari SBY

Klaten – Direktur CV. Yoga Pratama Mandiri, Klaten, Sandiyo SE mendapat penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas keberhasilannya mengembangkan kembali desain industri kecil di tingkat lokal dan nasional.

Upakarti kategori Jasa Pelestarian tahun 2010 ini diserahkan secara langsung oleh SBY di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/12).  Selama ini, baju dengan motif lurik masih menjadi andalan untuk busana di acara-acara formal.

Namun tak bisa dipungkiri jika baju motif itu kerap identik dengan kesan tua. Hal itu mengingat pemakai model lurik adalah mereka yang sudah berumur. Ditangan Sandiyo, Owner Yoga Art Design, dengan kreativitasnya yang tinggi dan kecermatannya mampu mengubah lurik menjadi pilihan setiap kalangan.

Pengusaha berbagai produk kerajinan lurik dan tenun ini memilih menekuni kerajinan lurik tradisional karena melihat kenyataan bahwa banyak pengarjin lurik alat tenun bukan mesin (ATBM) di daerah Klaten gulung tikar. “Padahal di era 60-an tenun ATBM sempat jaya,” ujar Sandiyo kepada Timlo.net di Klaten, Kamis (23/12).

Ketertarikan mantan direktur sebuah perusahaan furniture kelas nasional ini terhadap kerajinan lurik dan tenun sudah sejak 2003 silam. Hingga saat ini, sudah banyak macam desain yang dia buat. Misalnya, kain lurik tumpal dan kain lurik dobi. Dengan macam motif parang rusak, truntum, mega mendung dan gradasi.

Untuk kerajinan tenun tradisional yang diproduksinya mulai dari taplak meja, gorden, sarung bantal, sarung kasur, dan macam-macam souvenir lainnya. “Untuk menarik pelanggan, tidak hanya menggunakan satu motif saja melainkan dipadukan dengan keinginan konsumen,” ujar Sandiyo.

Kecerdasannya berinovasi dalam menekuni kerajinan tenun dan lurik ATBM ini mampu merambah pasar nasional dan internasional. Misalnya saja memadukan bahan baku lurik dengan kertas koran, lidi, enceng gondok maupun bahan baku dari tumbuh-tumbuhan lainnya.

Pria yang tinggal di Bowan, Delanggu, Klaten ini juga mendesain model lurik yang di batik dan lurik benang emas. Karyanya itu saat ini menjadi trend fashion 2010. Bahkan, beberapa karyanya masuk nominasi lomba desainUNESCO Award of Exelence.

Motif yang ia usung saat itu adalah lurik hujan gerimis hijau lumut dengan motif batik flora fauna, dan lurik sorjan yang dibatik dengan variasi mega mendung dan parang. Bapak dua anak ini juga menjadi motifator para pengrajin lurik di Kota Bersinar.

Hal itu setelah dirinya aktif mengadakan dialog dengan pihak Pemerintah Kabupaten Klaten pada 2006 silam untuk membicarakan solusi keterpurukan perajin lurik saat itu. “Awalnya memang tidak mudah. Butuh waktu berbulan-bulan,” ujar Sandiyo.

Pria yang memiliki 65 karyawan ini juga banyak memperoleh penghargaan. Di tahun 2008 Sandiyo mendapat penghargaan yang didukung 4 kementrian, seperti Citra Executive dan Profesional Anak Bangsa Berprestasi dari Media Executive. Setahun kemudian ia mendapat Citra Generasi Pembangunan dari Media Executive, Citra Executive dan Profesional ASEAN Award Media Executive.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge