0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gara-gara Pintu AIr WGM Dibuka

Luapan Bengawan Solo Rendam Pemukiman

Rendaman air di pemukiman warga sekitar bantaran Bengawan Solo, Wonogiri. (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri —  Pemukiman warga di sekitar bantaran sungai Bengawan Solo, di Kelurahan Giripurwo dan Giritirto, Wonogiri masih saja terendam. Malah, kedalaman air kian bertambah, mencapai 60 sentimeter.

Kedalaman air semakin bertambah lantaran hujan lokal di beberapa kelurahan, Kecamatan Kota, termasuk dua wilayah tadi. Sebelumnya, Giripurwo dan Giritirto terendam air dari luapan Bengawan Solo akibat dibukanya 2 pintu air WGM (Waduk Gajah Mungkur).

“Awalnya terendam saat debit bukaan di pintu waduk mencapai 200 sampai 230. Hingga sekarang sebenarnya belum ditambah, tapi malah pemukiman semakin terendam. Penyebabnya ada hujan Mas, sementara ngungsi dulu di rumah kerabat, ” ujar Bu Thomas Sarijo (66), warga Lingkungan Sukorejo RT 3/ RW 13 Kelurahan Giritirto, Sabtu (12/1). Hanya dia seorang yang rumahnya terendam paling dalam. Warga lain belum begitu dalam, sehingga tidak mengungsi.

Dikatakan, pertama terendam, kedalaman air di ruang dapur rumahnya mencapai 40 sentimeter. Setelah diguyur hujan semalam, bertambah menjadi 60 sentimeter. Saat ini, air luapan itu memenuhi pula bagian halaman dan ruang tamu rumah. Bangunan gudang besi tua samping rumahnyapun terandam hingga hampir separuh tinggi dinding kayunya.

Di Lingkungan Kedungringin RT 3/ RW 12 Kelurahan Giripurwo, semakin banyak jalan kampung tergenang. Kondisi serupa, juga berlangsung di Lingkungan Kajen RT 1/ RW 11, Giripurwo. Sedangkan pemakaman umum Giripurwo yang semula sepertiga jumlah makam terendam, sekarang sudah separuh lebih.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge