0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terjangkit Flu Burung, Itik di Bugel Tidak Boleh Dijual

Petugas menyemprot sejumlah unggas di kandang (Dok.Timlo.net/ Sahid B Susanto)

Sukoharjo — Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo melarang itik di Desa Bugel Kecamatan Polokarto dibawa keluar daerah. Larangan tersebut menyusul diketahuinya itik di desa tersebut positif terjangkit flu burung.

Kepala UPTD Pos Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo, Ngatmini mengatakan, larangan itik dibawa keluar daerah supaya virus Avian Influensa (AI) H5N1 Klade 2.3 yang telah diderita itik di Desa Bugel tidak menyebar luas. “Kami minta kepada peternak itik di wilayah Desa Bugel untuk tidak menjual itiknya keluar daerah. Hal itu untuk mencegah penyebarluasan penularan virus H5N1 yang telah diderita itik. Jangan sampai virus menyebar. Itik-itik ini harus dikarantina dulu untuk sementara di Desa Bugel saja,” ujar Ngatmini, Jumat (11/1).

Ngatmini menjelaskan, seharusnya itik-itik di Desa Bugel harus tetap dikandangkan. Hal itu untuk mencegah penularan kepada itik yang lain. Kondisi itu, menunggu hingga itik diberikan vaksinasi. Namun, karena biaya makan itik membengkak jika dikandangkan, Dinas Pertanian memberikan toleransi agar itik boro di wilayah sekitar Desa Bugel.

“Seharusnya itik – itik ini harus tetap di dalam kandang. Hal itu untuk mencegah virus tersebar. Tapi bagaimana lagi, jika tidak boro makanan itik ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi dan peternak tidak mampu menanggungnya. Kami himbau untuk boro itik di sekitar Bugel saja. Hingga diberikan vaksinasi. Untuk vaksin baru dapat disebar pada februari,” imbuh Ngatmini.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge