0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kisruh Air Bersih Umbul Ingas Cokro

DPRD Klaten: Soal Meteran, PDAM Solo Harus Tahu Diri

Meteran milik PDAM Kota Surakarta yang dipasang di Umbul Ingas Cokro, Tulung, Klaten raib dari tempatnya (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Komisi II DPRD Klaten kembali mendesak PDAM Kota Surakarta untuk segera memasang meteran alat pengukur debit air di sumber air Umbul Ingas Cokro, Tulung, Klaten. Pemasangan meteran itu menyusul kecurigaan adanya kebocoran air bersih yang disedot PDAM Kota Surakarta.

“Meteran itu merupakan milik PDAM Kota Surakarta yang pernah dipasang di Umbul Ingas pada 2005 silam. Namun selang dua tahun (2007), meteran itu dibongkar dengan alasan kerusakan,” ujar Ketua Komisi II DPRD Klaten, Andy Purnomo, Jumat (11/1).

Menurut Andy, perbaikan meteran yang selama lima tahun tidak kunjung jadi mengindikasikan tidak adanya itikad baik dari PDAM Kota Surakarta. Sebab dengan tidak adanya meteran di sumber air itu maka akan menyulitkan Pemkab Klaten dalam pemantuan berapa debit air yang disedot PDAM Kota Surakarta.

“PDAM Kota Surakarta harusnya tahu diri. Sudah semestinya jika memang rusak segera diperbaiki dan dipasang kembali. Itukan tanggung jawab pemilik meteran (PDAM Kota Surakarta),” tandas Andy.

Andy mensinyalir adanya kesengajaan dari PDAM Kota Surakarta dengan tidak memasang kembali meteran di sumber air yang berada di Klaten tersebut. Dengan begitu, debit air yang diambil tidak bisa terpantau.

“Dalam dokumen yang disampaikan ke Pemkab Klaten, debit air yang dimanfaatkan PDAM Kota Surakarta menunjukkan angka 387 liter per detik. Tapi apa benar segitu,” kata Andy.

Dengan tidak adanya meteran di sumber air, Andy mencurigai adanya kebocoran volume air yang disedot PDAM Kota Surakarta sepanjang lima tahun terakhir atau sejak 2007 silam.

“Jika tidak ada meteran di sumber air, bagaimana Pemkab Klaten bisa memantau. Ya kalau debit airnya sesuai dengan kesepakatan tidak masalah, tapi bagaiman kalau melebihi,” kata Andy.

Pasang Meteran Sendiri

Sementara itu, guna mempermudah dalam pemantauan debit air yang diambil PDAM Kota Surakarta, Pemkab Klaten berencana akan memasang sendiri alat pengukur tersebut di Umbul Ingas Cokro.

Pemkab Klaten telah menganggarkan pembelian meteran pada APBD 2013 sebesar Rp 150 juta. Namun anggaran diperkirakan masih kurang, karena dana yang dibutuhkan untuk pembelian alat tersebut mencapai Rp 500 juta.

“Pemasangan meteran oleh Pemkab Klaten ini sebagai bentuk pengawasan terhadap pemanfaatan sumber air Umbul Ingas Cokro,” ujar Kabag Perekonomian Setda Klaten, Pri Harsanto.

Sebelumnya dikabarkan, Komisi II DPRD Klaten bersama Bagian Perekonomian Setda Klaten, Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dan PDAM Klaten melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Umbul Ingas Cokro, Tulung, Klaten pada Rabu (9/1) lalu.

Dari hasil sidak itu Komisi II dan rombongan mendapati alat meteran sudah tidak berada ditempatnya sejak 2007 silam.

Pihak PDAM Kota Surakarta yang berkantor di Umbul Ingas Cokro mengatakan alat tersebut sengaja dilepas karena masih dalam proses perbaikan di Bandung.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge