0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penfadtaran 14-16 Januari 2013

UNS Butuh 133 Dosen Non PNS

Prof Dr Jamal Wiwoho SH MHum, Pembantu Rektor II UNS (dok.timlo.net/sri ningsih)

Solo — Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo membuka peluang pendaftaran penerimaan dosen tetap UNS non-PNS sebanyak 133 orang. Pendaftaran dibuka pada Rabu-Jumat, 14-16 Januari 2013 di loket Kantor Pusat kampus UNS.

Pembantu Rektor II UNS Prof Dr Jamal Wiwoho SH MHum mengatakan, kebutuhan ratusan dosen tersebut diperuntukkan 9 fakultas yang ada di UNS. Di antaranya Fakultas Ekonomi 17 dosen, Fakultas Kedokteran 30 dosen, Fakultas Pertanian 2 dosen, Fakultas Teknik 16 dosen, Fakultas Hukum 9 dosen, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 13 dosen, Fakultas Sastra dan Seni Rupa 14 dosen, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 24 dosen, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 8 dosen.

Menurut Jamal, sistem perekrutan dosen non-PNS nantinya mengadopsi model perekrutan pegawai negeri sipil (PNS) dengan seleksi yang dilakukan dalam dua tahap yang diselenggarakan di auditorium UNS. Tahap pertama, dilakukan Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Potensi Akademik (TPA), Senin (21/1). Untuk tahap kedua, diselenggarakan Selasa (22/1) dengan jadwal tes Bahasa Inggris yang kemudian dilanjutkan dengan uji kemampuan mengajar dan wawancara yang diselenggarakan di fakultas masing-masing.

“Tanggal 23 Januari kami sudah bisa melihat hasil dan tanggal 25 kami bisa segera umumkan ke publik siapa saja yang diterima,” kata Jamal kepada wartawan di Kantor Humas dan Kerjasama UNS, Jumat (11/1).

Perekrutan sejumlah tenaga pengajar baru itu, dimaksudkan untuk menyeimbangkan rasio jumlah dosen dan mahasiswa di UNS yang selama ini timpang. Dengan perekrutan itu rasio dosen dan mahasiswa di UNS bisa dikatakan ideal dengan proporsi untuk IPA 1 dosen banding 15-20 mahasiswa dan IPS 1 banding 25-30 mahasiswa.

Disebutkan Jamal, gaji dosen tetap UNS non-PNS untuk jenjang pendidikan Magister (S2) sebesar Rp 1,9 juta dan Doktoral (S3) sebesar Rp 2,5 juta dengan jumlah jam mengajar sebanyak 8 SKS. “Mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan dosen PNS untuk melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi, seperti, penelitian dan pengabdian masyarakat,” tuturnya.

Jamal optimis formasi yang ada akan terisi sesuai dengan kualifikasi yang disyaratkan. Dia memastikan bahwa dosen yang diterima nantinya adalah dosen yang benar-benar berkompeten.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge