0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kinerja DPRD Boyolali Dinilai Kurang Maksimal

Gedung DPRD Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Masa jabatan DPRD Boyolali yang tinggal 1,5 tahun. Diharapkan legislatif bisa memanfaatkan masa kerja tersebut dan tetap konsisten menjalan fungsinya sebagai wakil rakyat. Terlebih, tahun 2013 ini dinilai sebagai tahun politis, menjelang pemilu tahun 2014 mendatang.

Anggota Fraksi PKS DPRD Boyolali, Much Basuni, Jumat (11/1) mengatakan, ada beberapa evaluasi atas kinerja Dewan. Salah satu evaluasi adalah selama tiga tahun ini belum ada Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) Inisiatif yang ditetapkan. Kondisi ini dinilai sangat ironis dan membuktikan fungsi dan kinerja DPRD tidak maksimal.

Sementara dari sisi pengawasan, menurut Basuni, juga masih sangat kurang. Hal ini lantaran dewan kehabisan waktu untuk membahas Raperda dari eksekutif, termasuk kunjungan kerja (Kunker) dan workshop. Padahal idealnya pengawasan dapat dilakukan delapan kali dalam sebulan, atau dua kali dalam sepekan untuk turun ke lapangan guna inspeksi mendadak (Sidak).

Menanggapi hal evaluasi kinerja DPRD, Ketua DPRD Boyolali Paryanto mengatakan, pihaknya optimis akan menyelesaikan enam Raperda ditahun 2013. Dari enam Raperda tersebut, empat di antaranya adalah Raperda Inisiatif.

Empat Raperda tersebut yakni Raperda tentang Jamkesda, Standar Pelayanan Publik, Pengelolaan Barang dan Jasa, dan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Dua lainnya merupakan Raperda Eksekutif.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge