0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Longsor Ancam Sejumlah Kecamatan

Boyolali Belum Perlu Status Tanggap Darurat

Warga gotong-royong membersihkan longsoran tanah yang sempat memenuhi jalan di wilayah Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Status tanggap darurat bencana belum diperlukan di Kabupaten Boyolali, meski bencana tanah longsor dan tanah bergerak mengancam wilayah Kecamatan Selo,Karanggede dan Klego. Bencana yang terjadi beberapa hari lalu dianggap masih bisa diselesaikan dengan baik.

Hal ini dikemukakan Bupati Boyolali Seno Samudro. Pihakya menilai status tanggap darurat bencana belum diperlukan diberlakukan di Kota Susu. Musibah tanah longsor di Selo, dinilai masih sebatas musibah lokal saja. Selain itu, musibah tersebut juga telah berhasil diatasi dengan kerjasama dari berbagai elemen. Mulai dari masyarakat, TNI, Polri dan relawan.

“Belum perlu diberlakukan status tanggap darurat, bupati masih bisa mengatasinya,” ungkap Bupati ditemui di ruang ajudan, Jumat (11/1).

Selain itu, penangganan bencana tanah longsor dan tanah bergerak cukup diambilkan dari dana yang ada dan tidak perlu menggunakan dana tak terduga senilai Rp 2 miliar. Diakui, penggunaan dana tersebut baru bisa digunakan bila mendapat persetujuan dari bupati.

Sebelumnya diberitakan, bencana tanah longsor terjadi di puluhan titik di jalur Solo-Selo-Borobudur dan perkampungan warga. Tanah longsor ini sempat menutup jalur Selo-Magelang dan akses jalan bagi warga. Sedangkan bahaya tanah bergerak mengancam puluhan rumah di Tegalsari, Karanggede dan Gunung Wijil, Klego.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge