0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diguyur Hujan Terus Menerus

Tanaman Sayuran Lereng Merapi Rusak dan Busuk

Petani di Selo terpaksa memangkas tanaman tomat yang busuk akibat curah hujan tinggi belakangan ini (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Hujan dan angin yang terus menguyur wilayah Kecamatan Selo, Cepogo dan Ampel, Kabupaten Boyolali mengakibatkan tanaman sayuran rusak. Selain itu, curah hujan yang tinggi juga mengakibatkan sejumlah sayuran busuk. Bila kondisi ini terus menerus terjadi di lereng Merapi-Merbabu, dikhawatirkan petani sayuran akan gagal panen.

Salah satu tanaman yang rusak dan terancam gagal panen adalah tomat. Tanaman ini banyak yang membusuk akibat terlalu banyak air. Petani terpaksa mencabut tanaman yang membusuk. Selain tanaman, buah tomat juga banyak yang tidak jadi. Tomat yang masih muda tidak tahan air akan membusuk yang sebelumnya ditandai dengan kerak hitam. Agar tidak menular ke buah lain,tomat yang membusuk langsung dibuang.

“Paling parah tomat, buahnya tidak tahan air, banyak yang busuk, tidak laku kalau dijual,” ungkap Subardi, petani tomat asal Selo, Jumat (11/1).

Selain itu, untuk menekan angka kerugian akibat curah hujan yang tinggi, petani terpaksa melakukan panen dini. Meski harga panen yang dijual tidak begitu tinggi, namun bisa menutup biaya produksi pupuk selama ini.

Sejumlah tanaman, seperti cabe, loncang dan koro rusak dan roboh diterjang angin kencang. Untuk mengantisipasi agar tanaman tidak roboh, petani terpaksa menopang tanaman dengan bambu.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge