0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah Penularan Flu Burung

Disnakan Boyolali Pantau Peredaran Itik

Peternak itik di Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Boyolali melakukan pemantauan peredaran itik di sejumlah pasar hewan. Langkah ini dilakukan menyusul kematian ratusan itik sejak tiga bulan ini, itik yang mati berasal dari Sukoharjo. Pemantauan dilakukan dengan menerjukan tim.

Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan Disnakan Boyolali, Drh Nurjanah, menjelaskan, pemantauan peredaran itik dilakukan untuk menghindari penularan Flu Burung atau Avian Influensa (AI) dari luar daerah. Diakui, hingga saat ini tercatat 500 ekor itik mati mendadak. Selain itu,pihaknya juga melakukan pemantauan langsung ke peternak itik besar.

“Selain pasar-pasar hewan,kita juga mendatangi langsung ke peternak unggas terutama itik untuk memantau kesehatan hewan,” tandas Nurjanah, Jumat (11/1).

Sementara salah satu peternak itik asal Tempel, Jembungan, Djoko Suswanto, mengaku itik miliknya yang mati berasal dari Sukoharjo. Itik yang dia beli di Sukoharjo setelah dipelihara lima hari tanpa sebab yang jelas mati mendadak. Djoko sendiri tidak mengetahui penyebab kematian itik-itik tersebut.

“Sayq tidak tahu apa sebabnya, itik yang mati langsung saya pendam, yang kelihatan sakit saya buang, saya pisahkan dengan yang lain biar tidak menular ke yang lainya,” tandas Djoko.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge