0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kartu Jamkesmas Banyak Dipalsukan

Kepala DKK Solo Siti Wahyuningsih menunjukkan kartu Jamkesmas yang rusak (dok.timlo.net/dhefi nugroho)

Solo —  Selain salah sasaran, kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)  masih menyisakan masalah lainnya. Kartu Jamkesmas dari Pemerintah Pusat itu terbukti dipalsukan dan digunakan oleh mereka yang seharusnya tidak berhak menggunakan kartu tersebut.

Kasus pemalsuan Jamkesmas itu ditemukan di RSUD Dr Moewardi dan beberapa Rumah Sakit (RS) swasta di Solo. Hal ini disampaikan pihak RS kepada Komisi IV DPRD Solo dalam forum evaluasi dan komunikasi soal Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS).

Motifnya, kartu Jamkesmas yang seharusnya menempelkan foto, tidak ditempeli foto di tempat yang seharusnya dipasang foto. Parahnya lagi, kartu Jamkesmas yang baru saat ini justru tidak menyertakan foto penerima Jamkesmas. Itulah yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan DPRD mengenai keakuratan penggunaan kartu Jamkesmas.

“Jadi dalam rapat evaluasi penggunaan PKMS 2011 beberapa waktu lalu, RSUD Dr Moewardi melaporkan ada pemalsuan kartu. Saat dicek di data base ternyata tidak ada,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD Solo, Abdul Ghofar Ismail, Jumat (11/1).

Tidak hanya itu, kartu Jamkesmas yang ada di PT Askes juga digunakan oleh orang lain. Pasalnya, foto yang harusnya ditempelkan di kartu, tidak ada. “Jadi, fotonya tidak ada. Sehingga sangat memungkinkan digunakan oleh orang lain. Imbasnya, klaim Jamkesmas juga membengkak,” ujarnya.

Mengenai data pemalsu, Ghofar menyatakan pemalsuan banyak dilakukan warga di luar Solo. “Solo tidak ada. Kartu palsu itu digunakan oleh warga di luar Solo. Tapi maaf belum bisa kita sebutkan ke publik,” ungkap politisi PKS ini.

Ghofar khawatir tingkat pemalsuan Jamkesmas di 2013 akan semakin tinggi. Pasalnya, kartu Jamkesmas yang baru justru tidak dilengkapi foto. “Yang ada fotonya saja masih bisa dipalsukan, apalagi ini yang tidak ada,” bebernya.

Hal itu dibenarkan Ketua DPRD Solo YF Sukasno. Menurutnya, kartu Jamkesmas baru tersebut bentuk fisiknya jauh berbeda dibandingkan yang lama. Yang baru lebih simpel seukuran dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan warna biru. Sedangkan kartu yang lama berwarna kuning, hijau, dan bentuknya panjang. Soal foto, kartu Jamkesmas yang baru memang tidak ada fotonya.

Untuk itu, Sukasno memperkirakan kasus pemalsuan akan lebih tinggi dibandingkan dengan kartu yang lama. “Kami berharap perwakilan PT Askes di RS bisa lebih cermat,” ungkapnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge