0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petuga dan Napi Deklarasi Gerakan Halinar

Rutan Solo Anti HP, Pungli dan Narkoba

Petugas menunjukkan loker tempat penitipan HP bagi pengunjung yang akan masuk ke Rutan Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Petugas dan narapidana Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Solo bersama-sama mendeklarasikan Gerakan Anti-Telepon Genggam (HP), Pungutan Liar (Pungli), dan Narkoba (Halinar), Jumat (11/1).

“Kita pasti bisa mewujudkan Pemasyarakatan (Rutan) yang bebas dari Halinar,” ujar Kepala Rutan Solo, Dennie Firmansyah saat diwawancara wartawan.

Pendeklarasian yang digelar bersamaan dengan apel pagi tersebut diikuti segenap warga binaan dan seluruh petugas Rutan. Diharapkan dengan pendeklarasian tersebut dapat menghilangkan semua unsur pelanggaran yang terjadi di Rutan selama ini.

“Pendeklarasian ini serempak diselenggarakan di seluruh Indonesia. Sebenarnya sudah sejak tahun kemarin, gerakan pemberantasan Halinar ini diadakan. Deklarasi ini merupakan penegasan kepada seluruh petugas maupun narapidana agar selalu memberantas segala bentuk pelanggaran terutama tiga hal tersebut,” ungkapnya.

Terkait dengan ketertiban pengunjung Rutan, Dennie menjawab bahwa setiap pengunjung yang hendak menemui Narapidana akan dilakukan pemeriksaan sebanyak dua kali. Yaitu di pintu masuk Rutan serta saat akan menemui Napi.

“Kami menerapkan aturan tersebut untuk menekan penyalahgunaan dari HP dan Narkoba. Sedangkan apabila ada petugas kami yang menyalahgunakan wewenangnya akan kami tindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge