0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Revitalisasi Stadion Sriwedari Molor

Solo — Proses revitalisasi Stadion Sriwedari yakni pemasangan lintasan atletik akhirnya harus molor. Ya, lintasan atlet yang dipasang di dalam Stadion hingga saat ini belum juga kelar alias tak sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan sebelumnya.

Bahkan, pemasangan lintasan atletik atau santleban diperkirakan baru akan selesai pada pertengan bulan Februari mendatang. Sehingga cukup jauh melenceng dari target waktu yang ditentukan sebelumnya. Padahal, pemasangan santleban Stadion PON pertama ini seharusnya rampung bulan Desember kemarin apabila sesuai target waktunya.

Pengelola Stadion Manahan sekaligus salah satu panitia pengawas program revitalisasi Sriwedari, Sri Widadi mengatakan molornya proyek ini dikarenakan adanya cuaca yang berubah-ubah selama bulan Desember. “Cuaca yang tidak mendukung jadi faktor utama molornya jadwal tersebut. Kemungkinan besar baru bisa dikatakan rampung seluruhnya pada pertengahan Februari besok,” bebernya.

Proyek revitalisasi Stadion Sriwedari sendiri dikabarkan menelan biaya sebesar Rp 10 miliar. Dana tersebut berasal dari bantuan Kemenpora pada tahun 2011 ini. Dengan adanya santleban di Stadion Sriwedari, dapat menjadi arena alternatif bagi atlet lari untuk tidak melulu berlatih di Manahan. “Dari bentuk lintasan. Ini sudah berstandar international. Dan memang sudah sebanding dengan yang ada di Manahan,” ungkapnya.

PT Fertaindo Jakarta sebagai penggarap proyek, akan memasang santleban di Stadion Sriwedari dengan enam lintasan atletik ukuran lebar per lintasan mencapai 1,22 meter. Lintasan atletik Stadion Sriwedari juga diklaim telah memenuhi standar dari International Association of Athletics Federations (IAAF) tersebut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge