0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dani Iswardana Mencoba Lestarikan Wayang Beber

Wayang Beber (Dok.Timlo.net/ Sri Ningsih)

Solo — Wayang beber dapat dikatakan nyaris tinggal kenangan, melihat keberagaman seni pertunjukan yang mengakibatkan wayang yang satu ini jarang dipertontonkan ke publik.

Peninggalan kesenian pada masa kerajaan Majapahit ini, sekarang dalam kondisi termarginalkan. Pasalnya tidak banyak kita temui dalang yang menggelar pertunjukan wayang beber.

”Persoalannya di tiap-tiap daerah berbeda. Kalau di Cirebon sudah mengalami krisis pedalangan,” jelas Dani Iswardana, pelukis wayang beber kepada Timlo.net, di Solo, kemarin.

Krisis pedalangan tersebut dikarenakan terjadinya krisis regenerasi, dahulu daur hidup kesenian ini berasal dari akar rumput masyarakat pertanian. Melihat pola kehidupan masyarakat sekarang regenerasi itu secara tidak langsung menjadi terkikis oleh zaman. Meski demikian seni pertunjukan wayang beber ini masih eksis dipertontonkan masyarakat di beberapa daerah, seperti halnya di Solo dan di Pacitan.

Nafas kehidpuan wayang ini tak lepas dari peran-peran seniman yang masih mau menekuni kesenian ini. Seperti halnya dalang dan pelukis wayang beber, Dani Iswardana. Ia mencoba mempertahankan fungsi wayang beber dengan tema-tema dan bentuk visual sesuai dengan membawa cerita tentang fenomena sosial yang melilit masyarakat saat ini.

“Kalau tidak diperbarukan dengan perkembangan saat ini bagaimana kesenian ini bisa bertahan. Ini merupakan salah satu cara agar orang mau dan betah menonton wayang beber karena cara pertunjukkannya yang dibeber bukan boneka orang akan merasa jenuh. Kalau dimodifikasi dengan isu sekarang orang akan lebih tertarik,” ungkap pria lulusan Seni Rupa Institut Kesenian Indonesia (ISI) Solo.

Disamping itu, demi keberlangsungan wayang beber agar dapat diminati generasi muda, Dani juga membentuk komunitas wayang beber Welingan di Mojosongo. Akan tetapi upaya yang selama ini dikerahkannya belum membawa nama wayang beber menjadi populer. Pasalnya masih banyak ditemukan wayang beber kuno yang kondisinya sudah rusak. Dan tak layak lagi untuk dipentaskan.

Untuk membawa seni pertunjukan peninggalan budaya Indonesia ini menjadi populer di rumah sendiri ataupun di negara orang, dikatakan butuh adanya campur tangan pemerintah yang mau nguri-nguri kebudayaan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge