0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Jahe Jumantono Terima Bantuan Rp 1 Miliar

PT Garuda Indonesia (Persero) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), melakukan Sinergi Kemitraan BUMN bersama PT Permodalan Nasional Madani (Persero), kepada para petani budidaya biofarmaka yang ada di Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Kamis (10/1). (dok.timlo.net/nanang rahardian)

Karanganyar —  PT Garuda Indonesia (Persero) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) melakukan Sinergi Kemitraan BUMN bersama PT Permodalan Nasional Madani (Persero), kepada para petani budidaya biofarmaka yang ada di Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Kamis (10/1).

Penyaluran dana kemitraan ini nilai totalnya mencapai Rp 1 miliar, yang disalurkan dalam bentuk berupa sarana produksi (saprodi), seperti bibit, pupuk dan lainnya. Penyaluran diberikan kepada 33 petani budidaya tanaman Biofarmaka yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Makmur, Jumantono, Karanganyar dengan nominal antara Rp 10 juta-Rp 50 juta, sesuai dengan kebutuhan masing-masing petani.

Penyerahan dilakukan General Manager Garuda Indonesia Branch Office Solo, Flora Izza dan Ridwan Edi selaku Senior Manager PKBL Garuda Indonesia, juga Kepala PT PNM Cabang Solo Heru Prasetyo dan Bambang Supartoko dari PT Sidomuncul. Penyerahan kepada para petani budidaya biofarmaka dilakukan secara simbolis, yang diwakili oleh Suparman selaku Ketua Gapoktan Sumber Makmur.

“Program kemitraan pinjaman lunak ini berlangsung selama dua tahun, yang dalam hal ini kami bekerjasama denga PT PNM,” terang Flora Izza.

Ridwan Edi menambahkan, selain pinjaman lunak, program kemitraan juga berupa pelatihan dan pembinaan, yang dilakukan Garuda Indonesia, PT PNM serta Sidomuncul selaku penampung jahe hasil produksi para petani. Diharapkan, program ini bisa memberdayakan dan meningkatkan ekonomi para petani di Jumantono, Karanganyar.

Sementara Suparman mengemukakan, tanaman yang dibudidayakan dalam program kemitraan ini adalah jahe, yang bekerjasama dengan Sidomuncul yang akan mengambil hasil produksi mereka sebagai bahan produksi jamu herbal.

Lahan yang digunakan dalam program ini ada sekitar 10 hektar dan diharapkan dalam setiap panen, perhektarnya bisa menghasilkan 15 ton jahe. “Dalam program ini kami juga memilih petani yang akan mengikuti program karena ini adalah dana pinjaman yang harus dikembalikan dan bukan bantuan,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge