0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Derras Pertanyakan Kunker Fiktif Bambang Samekto

Koalisi LSM ketika beraudiensi dengan Kajari Sragen, baru-baru ini (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Setelah lama tidak terdengar kabarnya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dewan Reformasi Rakyat Sragen (Derras) kembali mendatangi Kantor Kejaksanaan Negeri (Kejari) Sragen, Kamis (10/1). Tapi kali ini tidak untuk mempertanyakan kasus dana kas daerah (Kasda) dan PPID, melainkan untuk melakukan audiensi  kelanjutan penanganan kasus kunjungan kerja (Kunker) fiktif yang diduga dilakukan anggota DPRD Sragen, Bambang Samekto.

“Kita ke Kejari bukan karena mencurigai ada suatu hal yang jelek di Kejari. Tapi kita ingin bersama-sama Kejari menegakkan hukum dan keadilan dengan sungguh-sungguh di Sragen,” kata Koordinator Derras Sunarto.

Menurut penasihat hukum Derras, Bambang Wijayanto, dalam audiensi tersebut diungkapkan, tiga kliennya, yaitu; Sunarto, Simon dan Hanggoro Bremanis, dilaporkan ke polisi oleh Bambang Samekto, yang juga sebagai Ketua DPC PDIP Sragen, karena dinilai melakukan pencemaran nama baik. Saat itu ketiga kliennya tersebut bersama ratusan orang lainnya melakukan aksi demonstrasi di Alun-alun Sragen. Mereka mengaku sebagai kader dan simpatisan PDIP Sragen, menyatakan mengundurkan diri karena merasa kecewa dengan kepemimpinan Bambang Samekto.

Dalam aksi itu mereka juga mengatakan, Bambang Samekto telah melakukan kunker fiktif dan sering dugem. Masalah inilah yang kemudian menyebabkan Sunarto, Simon dan Hanggoro dilaporkan ke Polres Sragen oleh Bambang Samekto dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Jadi tidak benar kalau klien saya dikatakan melakukan pencemaran nama baik,” kata Bambang Wijayanto kepada wartawan usai melakukan audiensi.

Oleh karena itu, lanjutnya, Derras mendatangi Kejari Sragen untuk mempertanyakan tentang  kelanjutan penanganan kasus kunker fiktif yang diduga dilakukan Bambang Samekto.

Sementara itu Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Sragen, Yasin Joko Pratomo, mengungkapkan Kejari masih berusaha mengumpulkan data dan keterangan sebagai bahan penyelidikan. Oleh karena itu, pihaknya belum bisa memutuskan terkait kasus tersebut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge