0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Data Membingungkan, PPS Ancam Mengundurkan Diri

Sragen – Karena data pemilih dinilai membingungkan dan tidak valid, Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) menyatakan akan mengundurkan diri dan tidak melaksanakan pencocokan dan penelitian (Coklit) Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2014. Bahkan mereka mengancam akan memboikot pelaksanaan Coklit DP$, apabila KPU Kabupaten Sragen tidak segera menyelesaikan permsalahan tersebut.

“Kami akan mengundurkan diri dan tidak akan melaksanakan Coklit apabila masalah ini tidak segera diselesaikan. Ini memberatkan warga, PPS dan PPDP,” kata salah seorang anggota PPS Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Sragen, Suyatno, Kamis (10/1).

Suyitno menyatakan, data yang diterima PPS dan PPDP tidak sesuai kondisi geografi dan demografi Desa Pengkok. Dia menjelaskan, antara data pemilih dengan TPS yang ada tidak sesuai.  Dia mencontohkan, TPS 13 yang ada di desanya seharusnya diperuntukkan bagi warga yang tinggal di RT 11, RT 13 dan sebagian RT 05.

Namun dalam DP4 yang ia terima, TPS 13 justru terdaftar nama-nama penduduk yang tinggalnya jauh dari TPS 13. Hal ini tentu saja menyulitkan bagi warga yang akan menggunakan hak pilihnya. Dia menilai, kondisi itu juga akan menyulitkan petugas PPS dan PPDP untuk  melakukan coklit. Suyitno menyakini, kondisi tersebut juga dialami oleh seluruh kecamatan di Kabupaten Sragen.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge