0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah Flu Burung, Itik 5 Kecamatan Disemprot

Guna mencegah flu burung, Disnakkan melakukan penyemprotan massal terhadap tik di sejumlah kecamatan (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Sejumlah sentra peternakan itik di wilayah Kecamatan Banyudono Boyolali, Kamis (10/1) dilakukan penyemprotan disinvektan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Boyolali. Penyemprotan dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran Flu Burung atau Avian Influensa (AI) menyusul habisnya vaksin.

Petugas melakukan penyemprotan disinvektan disejumlah kadang milik peternak lokal di Jembungan Banyudono. Petugas melakukan penyisiran disejumlah kandang itik. Menurut Dokter Hewan Disnakan, Nurjanah, pihaknya saat ini memfokuskan penyemprotan kandang itik, menyusul kematian itik dalam tiga bulan ini. Setidaknya tercatat 500 ekor itik mati mendadak. Namun dari hasil rapid test dan laboratorium Veteriner Yogjakarta, negatif AI. Itik yang mati mendadak disebabkan penyakit tetelo.

“Ada 500 ekor yang mati mendadak, kita melakukan antisipasi saja,untuk vaksin baru akan kita lakukan pada bulan maret nanti,karena saat ini dipusat masih melakukan penelitian untuk vaksin itik yang berbeda dengan vaksin ayam,” ungkap Nurjanah ditemui disela-sela penyemprotan.

Untuk vaksinasi unggas terutama itik, nantinya akan dilakukan di lima kecamatan, yakni Kecamatan Sawit, Ampel, Mojosongo, Teras dan Banyudono. Pihaknya masih menunggu distribusi vaksin dari provinsi.

Sementara salah satu peternak itik, Joko Suswanto, mengaku ada 250 an ekor bebek miliknya mati mendadak dari bulan Oktober hingga saat ini. Itik yang mati langsung dipendam.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge