0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hujan Turun, Harga Sayuran Naik

Memasuki musim penghujan, harga sayuran di Pasar Sayur Cepogo, Boyolali mengalami kenaikan drastis (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Harga sayur mayur berbagai jenis mengalami kenaikan. Kenaikan harga berkisar antara Rp 5 ribu hingga Rp 8 ribu per item. Kenaikan harga ini disebabkan kelangkaan barang karena banyak petani yang belum panen. Kondisi ini disebabkan musim penghujan yang sangat ekstrim di wilayah Merapi-Merbabu yang mengakibatkan petani terlambat panen.

Kenaikan harga sayuran tertinggi pada cabe rawit, kenaikan mencapai Rp 5 ribu hingga Rp 8 ribu. Untuk cabe rawit hijau saat ini mencapai Rp 13 ribu, sebelumnya hanya Rp 7000 hingga Rp 8000/Kg. Sedangkan harga cabe rawit merah mencapai Rp 20.000 –  Rp 22.000. Kenaikan harga juga terjadi pada kentang,kobis,sawi, bawang merah dan bawang putih. Bahkan bawang putih yang sebelumnya hanya Rp 8.000 kini mencapai Rp 24.000.

“Harganya naik semua, hanya brokoli yang tidak naik, bahkan turun dratis. Sebelumnya Rp 8000 kini hanya Rp 2500 per kilogram,” ungkap Legiyati, salah satu pedagang sayuran di Pasar Cepogo.

Mahalnya harga sayuran, membuat sejumlah pedagang enggan menjual eceran. Mereka lebih memilih menjual dengan cara partai besar, meski keuntungan tidak besar dibanding eceran, namun dagangan bisa lekas laku. Pasalnya, sayuran hanya bertahan dua hari, selebihnya akan membusuk.

Sementara sejumlah petani sayuran memilih memanen hasil pertanian mereka lebih dini. Mereka mengaku khawatir tanaman akan membusuk akibat terkena hujan yang terus menerus.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge