0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bupati Boyolali: Jangan Ada Pungutan Lagi

Orangtua Siswa: SPP RSBI Lebih Mahal dari Uang Kuliah

SMAN 1 Boyolali, salah satu eks RSBI (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf International) di Kabupaten Boyolali dilarang melakukan pungutan apapun menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membubarkan RSBI. Untuk kegiatan belajar, sekolah diminta memaksimalkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Hal tersebut diungkapkan Bupati Boyolali Drs Seno Samudro. Pihaknya melarang sekolah RSBI untuk melakukan pungutan. Untuk itu, Bupati mendesak kepala RSBI untuk dikumpulkan dan diberi tahu larangan tersebut. Larangan pungutan tersebut dilakukan dalam masa transisi peralihan sekolah berstatus RSBI kembali ke reguler. Masa transisi ini diperkirakan enam bulan hingga setahun.

“Jangan ada pungutan apapun, maksimalkan dana BOS, saya akan terus pantau sekolah RSBI selama masa transisi,” ungkap Bupati ditemui di ruang ajudan, Kamis (10/1).

Sementara sejumlah orangtua siswa RSBI mengaku sangat mendukung keputusan MK untuk membubarkan RSBI dan kembali ke reguler. Mereka mendesak Disdikpora untuk segera merealisasikan keputusan MK.

Edi Sutedja,warga Pulisen, yang anaknya sekolah di SMA Negeri 1 Boyolali, menilai RSBI terlalu banyak pungutan. Bahkan SPP di RSBI lebih besar dibanding uang kuliah di Perguruan Tinggi.

“Pungutanya sangat memberatkan bagi orangtua siswa, apalagi dengan otoritas sendiri. Kita berharap RSBI segera dibubarkan saja,” tandas Edi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge