0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Melihat-lihat Kampung Batik Atas Langit

Sejumlah pengunjung menikmati lukisan yang dipamerkan di Balai Soedjatmoko (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Sejumlah 21 karya lukisan terinspirasi dari batik terpampang rapi di Balai Soedjatmoko, Rabu (9/1). Pameran yang diusung 3 perupa, M Zaenal Arifin, Sigit Purnomo Adi dan Zulfian Hariadi tersebut mengetengahkan ciri warna-warna terang serta kaya akan motif dengan menggunakan mix media art. Pameran yang diadakan selama enam hari (8-13/1) tersebut mengambil tema “imaji batik”.

“Batik merupakan sumber inspirasi yang mengejawantahkan tentang filosofi, kritikan, sejarah hingga pada persepsi seniman. Selain itu, batik juga memiliki imajinasi yang sangat luas,” ujar Zulfian Hariyadi.

Salah satu karya lukisannya berjudul Kampung Batik Atas Langit menggambarkan tentang perkampungan yang keseluruhannya berbentuk motif batik. Perkampungan yang padat akan pohon, jalan dan alat transportasinya ini digambarkan melayang di langit dengan awan-awan yang terlihat di sekelilingnya.

“Lukisan ini sebagai penggambaran kegelisahan saya akan tempat tinggal saya yang berada di Desa Pilangsari, Kecamatan Nagasari, Boyolali dengan modernisasi perkotaan. Seakan terjajah, dengan dipenuhi depo-depo tanah yang setiap harinya mengeruk kekayaan alam di daerah saya tersebut. Saya sangat mendambakan keasrian daerah saya yang dulu,” ungkapnya.

Ditambahkan, tujuan penyelenggaraan pameran tersebut merupakan salah satu cara mengilhami stagnasi yang terjadi pada motif batik. “Batik merupakan ikon Kota Solo yang kental dan harus dijadikan sebuah inspirasi ke depannnya,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge