0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Proyek Pengelolaan Sampah di Solo

Putri Cempo Sedang Dilirik Bos dari Jepang

Ketua DPRD Solo, YF Sukasno melakukan inspeksi mendadak ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres (Dok.Timlo.net/ Daryono)

Solo —  Pemkot Solo mendapat penawaran pengelolaan sampah dari investor Jepang. Investor menawarkan alat pengolahan limbah sampah yang akan ditempatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.

Tawaran dari Jepang tersebut menjadi salah satu solusi alternatif pengelolaan sampah TPA Putri Cempo yang sampai kini belum membuahkan hasil. “Tawarannya sudah masuk. Kami sudah konsultasikan ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Solo, Anung Indro Susanto kepada wartawan, Kamis (10/1).

Kini, berkas penawaran pengelolaan sampah di Kawasan Mojosongo, Jebres, tersebut sudah berada di Bappenas. Pemkot tinggal menunggu persetujuan Bappenas terkait penawaran tersebut.

Teknologi yang digunakan oleh alat yang ditawarkan investor jepang tersebut menggunakan teknologi anaerob degestion. Dengan metode ini, pengolahan sampah tak memerlukan perluasan lahan meski dana pengadaan teknologinya terhitung besar.

Menurut Anung, siapapun nanti bisa jadi investor TPA Putri Cempo, asalkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Termasuk, memenangi lelang yang dilakukan dalam tahun ini.

Anung juga berjanji pada tahun ini pengerjaan pembangunan unit pengolahan sampah Putri Cempo bisa dimulai. Saat ini pihaknya masih melatih panitia lelang agar memiliki kemampuan lelang internasional.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge