0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tuntut Pesangon, Buruh Pabrik Ngadu ke DPRD

Puluhan buruh eks karyawan CV Gunung, Jebres, Solo yang dipindah ke CV Sahabat Abadi, Sawahan, Jaten, Karanganyar mendatangi DPRD Solo, Kamis (10/1) (dok.timlo.net/daryono)

Solo —  Puluhan buruh eks karyawan CV Gunung, Jebres, Solo yang dipindah ke CV Sahabat Abadi, Sawahan, Jaten, Karanganyar mendatangi DPRD Solo. Mereka menuntut pesangon dan juga kejelasan atas pemindahan mereka yang dilakukan secara sepihak oleh perusahaan.

Audiensi buruh tersebut diterima jajaran Komisi IV DPRD Solo yaitu Sekretaris Komisi IV, Abdul Ghofar Ismail, anggota Komisi IV, Paulus Haryoto dan Heri Jumadi.

Ketua Bidang Konsolidasi dan Advokasi DPD Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) ’92 Jawa Tengah, Suharno, mengatakan, pemindahan oleh manajemen CV Gunung dilakukan secara sepihak. “Pemindahan dilakukan dengan tidak memberi tahu karyawan sebelumnya,” ujarnya saat audiensi, Kamis (10/1).

Sebagai informasi, CV Sahabat Abadi yang berlokasi di Sawahan, Jaten, Karanganyar merupakan anak perusahaan CV Gunung yang berada di Jebres, Solo. Perusahaan plastik itu memindahkan puluhan karyawan ke CV Sahabat Abadi satu tahun yang lalu dengan alasan diperbantukan.

Diterangkan Suharno, sebelumnya, pihaknya telah mengadukan hal ini ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Solo. Hanya dari Dinsosnakertrans menyatakan bahwa aduan mereka salah alamat yang seharusnya mengadu ke Dinsosnakertrans Karanganyar.

“Kami meminta adanya intervensi DPRD untuk masuk dalam penanganan kasus ini. Karena kalau diserahkan ke Dinsosnakertrans, mereka masuk ke wilayah aturan yang mengatakan kasus ini masuk wilayah Karanganyar. Lha 1 tahun kemarin itu mereka ngapain,” ungkapnya.

Salah seorang buruh, Tumini, mengatakan dirinya dipindahkan secara sepihak oleh perusahaan. “Seharusnya ada persetujuan antara pengusaha dengan kami, tapi kenyataannya tidak ada. Bahkan pemindahan dilakukan dengan bahasa memaksa, kamu mau tidak mau besok harus ke Jaten,” bebernya.

Tumini menambahkan, kalau diperbantukan, mestinya bisa kembali ke CV Gunung. Namun faktanya, kalau kembali ke Gunung harus membuat lamaran.

Disamping itu, pemindahan karyawan juga dinilai tidak adil. Hal ini karena pemindahan karyawan yang baru-baru ini dilakukan ternyata mendapatkan pesangon. “Kami yang dipindah satu tahun lalu tidak mendapat apa-apa. Sementara yang baru-baru mendapat pesangon Rp 10 juta – Rp 14 juta. Oleh karenanya kami juga menuntut pesangon,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi IV, Abdul Ghofar Ismail mengatakan pihaknya akan memanggil Dinsosnakertrans Solo untuk mengetahui permasalahan secara lebih detail. “Apa yang diinginkan buruh sudah kami tangkap. Kami akan panggil Dinsosnakertrans khusus membahas masalah ini, karena CV Gunung lokasinya masih di Solo,” terangnya.

Selain itu, menurut Ghofar, belum adanya Perda Ketenagakerjaan menjadi kendala tersendiri. Dalam waktu dekat, DPRD akan berinisiatif untuk mengajukan perda tersebut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge