0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Di Polokarto, Sukoharjo

Ribuan Bebek Pusing Lalu Mati Mendadak

Sarjiyem memberikan ramuan obat untuk bebeknya yang sakit (dok.timlo.net/sahid b sutanto)

Sukoharjo — Ribuan bebek di wilayah Desa Bugel, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, mati mendadak dalam kurun waktu 2 minggu terakhir. Peternak bebek diwilayah tersebut resah, lantaran setiap hari sedikitnya 15 bebek yang sebelumnya menderita sakit tiba-tiba mati.

Sarjiyem, salah satu peternak bebek di Kampung Gedangan, Desa Bugel, Polokarto mengatakan, dalam 2 minggu terakhir bebek miliknya telah mati lebih dari 120 ekor. Sebelum mati, bebek ternaknya tersebut menderita sakit dengan gejala sakit di bagian kepala. Pihaknya telah berupaya memberikan obat-obatan, namun kematian bebek-bebeknya tidak dapat dicegah.

“Pertama kali gejala yang ditunjukkan, di mata bebeknya buram. Kemudian bebek muter-muter lemes seperti puyeng atau pusing. Nanti tiba-tiba mati. Sehari itu bisa 15 bebek mati. Saya sudah kasih bermacam-macam obat seperti ramuan daun sirih sampai kapsul dan puyer. Tapi tidak dapat mengatasi. Selain punya saya ini punya tetangga saya juga mati semua,” ujar Sajiyem, Kamis (10/1).

Ditambahkan, pihaknya telah melaporkan hal ini kepada pihak pemerintah desa setempat, namun belum ditindak lanjuti. Dengan matinya bebek ternaknya tersebut, ia menderita kerugian hampir Rp 5 juta.

“Belum lagi bebek yang dititipkan dari orang luar daerah. Bebek mereka juga mati. Jumlahnya lebih besar. Jadi kerugiannya tambah besar,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Supri peternak bebek asal Sragen. Menurut Supri, kondisi bebek mati mendadak terjadi dalam kurun waktu 2 minggu terakhir. Bebek miliknya dan teman-temannya asal Sragen yang dititipkan di salah satu rumah warga di Kampung Gedangan, Desa Bugel, Polokarto, juga banyak yang mati mendadak.

“Gejalanya ya seperti pusing itu. Berputar-putar seperti sakit di bagian kepala. Berbagai obat untuk kesehatan ternak juga sudah diberikan. Tapi kematian tetap terjadi. Di komplek ini saja sudah lebih dari 500 ekor yang mati. Langsung di kubur. Sebagian bebek yang sehat kami bawa pulang ke Sragen agar tidak tertular virus,” ujar Supri



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge