0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pak Sis: Yang Berubah Hanya Status dan Iurannya

Guru Eks RSBI Wonogiri Dilarang Jadi Asal-asalan

Kepala Dinas Pendidikan Wonogiri, Siswanto (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri mulai menyikapi keputusan MK (Mahkamah Konstitusi) terkait pembubaran RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional). Disdik mengupayakan agar suasana sekolah tidak lantas berubah pasca pembubaran RSBI.

“Hal itu (pembubaran RSBI –Red) sudah menjadi keputusan MK. Sehingga ya harus ditaati. Tapi kami wajib menunggu langkah selanjutnya dari Kemendiknas. Sembari menunggu kami juga akan mempersiapkan langkah ke depannya,” demikian diujarkan Kadisdik Wonogiri, Siswanto, Kamis (10/1).

Soal langkah itu, dijelaskan Pak Sis (sapaan akrabnya), adalah dengan memberikan pengertian yang tepat dan benar kepada seluruh pemangku kebijakan. Khususnya yang berkait dengan sekolah berstatus RSBI. Di Wonogiri sendiri ada 6 RSBI, mulai tingkatan SD hingga SMA/SMK.

“Kemudian kita tekankan kepada sekolah, baik kepala sekolah maupun para supaya tetap menjaga suasana belajar senyaman mungkin, seperti saat masih berstatus RSBI. Tidak boleh berubah, ya model penyampaian materinya, ya kreativitas pendidiknya dan lainnya. Yang berubah hanyalah status dan iurannya,” jelas Pak Sis.

Hal ini, menurutnya dimaksudkan supaya tidak ada penurunan dari sisi kualitas sekolah pasca RSBI. Tidak boleh terjadi, saat sekolah tak lagi menyandang predikat itu, lantas pembelajaran yang diterapkan menjadi asal-asalan.

“Kualitas harus dikedepankan. Jangan lantas, mentang-mentang tidak lagi ada RSBI terus bekerja dan belajarnya menjadi ngedrop dan malas. Tidak boleh itu,” katanya mengakhiri pembicaraan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge