0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kampus UNS Krisis Lahan Penghijauan

Kampus UNS, Kentingan, Jebres, Solo yang dulu rindang, kini sudah banyak berdiri bangunan bertingkat (dok.timlo.net/niza novita)

Solo — Banyaknya pembangunan gedung bertingkat di lingkup Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS),  Kentingan, Jebres, Solo berdampak pada krisisnya lahan tanah yang dimanfaatkan untuk penghijauan.

Kepala Pusat penelitian Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ((PPLH LPPM) UNS Prof Dr Ir Purwanto MS mengatakan, lahan UNS yang seluas 73 hektar hanya mencapai rasio 40 persen lahan didirikan untuk pembangunan, sedangkan yang 60 persen lainnya untuk ruang terbuka hijau. ”Capaian 40-60 ini sudah mengalami kritis,” katanya kepada wartawan di Gedung PPLH UNS, baru-baru ini.

Sampai saat ini masih ada sejumlah bangunan horisontal. Dia menilai sebaiknya dalam melakukan tahap pembangunan dilakukan dengan konsep vertikal. Melihat kritisnya lahan tanah yang ada di UNS, Purwanto menghimbau setelah pembangunan gedung Institute Javanologi dan gedung Fakultas Kedokteran diharapkan pihak UNS tidak mendirikan bangunan lain di lahan kosong.

“Kita kan baru akan melaksanakan program green building jadi ini menjadi tanggung jawab dan peran UNS untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, nyaman dan ramah lingkungan,” katanya.

Hal lain yang sudah dilakukan UNS untuk mewujudkan ramah lingkungan adalah pembuatan dan rehabilitasi danau untuk memanen air hujan. Penyediaan dua armada bus kampus yang sudah beroperasi, gedung baru pascasarjana yang sudah mengadopsi sebagaian kriteria green building serta Detailed Engineering Design (DED) RS Pendidikan UNS yang menggambarkan sebuah kriteria Green Hospital Building



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge