0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Perumnas Mojoroto Tolak Proyek Sanitasi DPU

Kepala DPU Wonogiri, Sri Kuncoro (Dok.Timlo.net/ Aris Arianto)

Wonogiri — Lantaran merasa sudah tidak dilibatkan lagi dan ditambah adanya ketidakberesan, warga Perumnas Mojoroto, Wonoboyo Wonogiri menolak proyek pembangunan sanitasi komunal berbasis masyarakat. Wargapun menolak ” uang damai ” yang diberikan pihak pelaksana proyek.

Semula, proyek sanitasi komunal berbasis masyarakat itu akan melibatkan warga setempat. Hal ini disesuaikan dengan namanya yang mengharuskan proyek senilai 310 juta itu ditangani dan dinikmati masyarakat. Tapi, dalam perkembangannya, sangat melenceng jauh dari rencana awal.

Sahudi,  Sekretaris RT 1 RW 12 Lingkungan Perumnas Mojoroto, Kelurahan Wonoboyo, Rabu (9/1) mengatakan saat mulai membangun instalasi pipa limbah, warga tak lagi dilibatkan. Warga juga tidak lagi dilibatkan di pelaksaan, tahu-tahu proyek sudah mulai dikerjakan. “Saya mendapatkan keterangan bahwa proyek tersebut dilakukan secara swakelola oleh DPU. Kami menangkap keanehan. Sebab, judul dari proyek tersebut adalah pembangunan sanitasi komunal berbasis masyarakat. Tapi, dalam pelaksanaanya, justru masyarakat tidak dilibatkan,” ungkap dirinya.

Karena mendapati penyimpangan, gejolak pun kemudian terjadi. Warga melakukan rapat, hasilnya warga sepakat menolak proyek tersebut.

Sahudi juga menyampaikan indikasi ketidakberesan proyek. Seperti pipa buka kontrol yang ambrol hanya lantaran terkena hujan. Indikasi itulah yang membuat mereka yakin proyek tidak sesuai harapan.

” Saya ditawari kompensasi supaya tidak meramaikan penyimpangan ini. Tapi, saya tolak. Kami hanya ingin hak-hak kami sebagai warga dipenuhi, ” tandas dirinya.

Di tempat lain, Kepala DPU Wonogiri,, Sri Kuncoro, membenarkan adanya pekerjaan proyek. Tetapi, dia belum mengetahui detailnya. Soal  penolakan warga, diapun merasa belum tahu.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge