0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Meteran di Umbul Ingas Bobrok

DPRD Klaten Curigai Kebocoran Air Bersih ke PDAM Solo

Sidak Komisi II DPRD Klaten dan Pemkab di sumber air Umbul Ingas Cokro, Tulung, Klaten (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Komisi II DPRD Klaten mencurigai adanya kebocoran air bersih yang disedot PDAM Kota Surakarta atas pemanfaatan sumber air Umbul Ingas Cokro, Tulung, Klaten.

“Kebocoran air bersih sangat mungkin terjadi. Sebab meteran pengukur debit air bersih milik PDAM Kota Surakarta yang dipasang di Umbul Ingas Cokro rusak sejak 2007 silam,” ujar Ketua Komisi II DPRD Klaten, Andy Purnomo kepada wartawan disela inspeksi mendadak (sidak) di Umbul Ingas Cokro, Tulung, Klaten, Rabu (9/1).

Andy mengatakan, kerusakan yang sudah berlangsung selama lima tahun lebih itu mengindikasikan adanya pembiaran yang dilakukan PDAM Kota Surakarta. Sebab PDAM Kota Surakarta kurang peduli menjaga instalasi yang berada di Klaten.

“Banyangkan saja, meteran sudah rusak selama lima tahunan. Jadi sudah berapa debit air yang diambil PDAM Kota Surakarta selama itu. Klaten sendiri tidak bisa memantau karena tak ada meteran yang terpasang di Umbul Ingas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Urusan (Kaur) Instalasi dan Produksi Luar Kota PDAM Kota Surakarta, Tri Waluyo, mengaku kurang mengetahui adanya indikasi kebocoran air bersih yang dibawa ke PDAM Kota Surakarta.

Ia hanya menjelaskan dalam memanfaatkan air bersih dari Umbul Ingas Cokro, PDAM Kota Surakarta menggunakan dua pipa. Pipa pertama berdiameter 400 milimeter dan pipa kedua diameternya 500 milimeter.

“Untuk pipa pertama dipasang sekitar tahun 1929, sedangkan pipa kedua pada 1981. Kedua pipa ini memiliki jalur berbeda dalam menyalurkan air ke Solo. Memang alat meteran baru rusak dan belum dipasang,” ujar Tri Waluyo.

Sebelumnya dikabarkan, Komisi II DPRD Klaten bersama Bagian Perekonomian Setda Klaten, Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dan PDAM Klaten melakukan sidak ke Umbul Ingas Cokro, Tulung, Klaten, Rabu (9/1).

Dalam sidak itu, Komisi II bersama rombongan mendapati alat meteran sudah tidak berada di tempatnya. Alat pengukur debit air milik PDAM Kota Surakarta tersebut baru dalam proses perbaikan setelah rusak sejak 2007.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge