0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

326 KK di Karanganyar Terancam Longsor

Kawasan rawan longsor di wilayah Kabupaten Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahardian)

Karanganyar — Seiring hujan terus menerus tanpa henti belakangan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar meminta 326 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Kerjo, Matesih serta Tawangmangu waspada bencana. Warga diminta wsegera keluar rumah jika terjadi hujan deras sepanjang hari untuk meghindari jika sewaktu-waktun terjadi longsor.

Kepala BPBD Karanganyar Aji Pratama Heru mengatakan, saat ini terdapat 4 titik desa yang berstatus waspada. Yakni tanah ambles di Dusun Guyon, Desa Tengklik (Tawangmangu) serta Dusun Banaran (Kerjo) yang terancam tanah longsor dari sebuah bukit yang mana di bawahnya dihuni 150 KK serta pantauan Desa Semiri dan Desa Dukuh terdapat 176 rumah sudah retak-retak menunjukkan gejala longsor. Untuk itu tim BPBD yang ditugaskan memantau bekerja sama dengan warga sekitar terus laporkan perkembangan, terutama saat terjadi hujan deras.

“Kita telah memasang alat yang dapat mengetahui jika akan terjadi longsor, serta telah melakukan sosialisasi kepada warga tentang tanda tanda akan terjadi longsor,” terang Heru.

Selain itu, petugas BPBD juga memantau perkembangan melalui alat yang elah dipasang berupa early warning sistem yang sudah dipasang di titik-titik rawan yang mana alat tersebut akan memberii tanda jika terjadi potensi bencana. Selain itu BPBD juga memberikan sosialisasi tentang tanda-tanda awak akan terjadinya tanah longsor antara lain hujan deras sepanjang hari wajib hukumnya penghuni harus keluar dari rumah memantau apakah banyak kerikil sebesar kepalan tangan yang runtuh dari bukit serta apakah pepohonan masih berdiri tegak atau atau tidak karena itu merupakan pertanda akan terjadi longsor.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge