0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diwajibkan Pakai Busana Kejawen, Banyak PNS Lupa

Sidak penggunaan busana adat Jawa di lingkungan PNS Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahardian)

Karanganyar — Inspeksi mendadak (Sidak) penggunaan pakaian adat Jawa di lingkungan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Karanganyar dilakukan aparat gabungan, Rabu (9/1), di beberapa lokasi. Ditemukan belasan PNS tak menggunakan pakaian adat Jawa tersebut saat dilakukan Sidak.

Sidak yang dilakukan aparat gabungan dari Inspektorat, BKD, Setda, Dishubkominfo dan Satpol PP ini dilakukan di beberapa lokasi. Antara lain di SMPN 3 Karanganyar, SMAN 2 Karanganyar, Kelurahan Popongan, Puskesmas Jumantono dan Kecamatan Jumantono.

Ditemukan belasan PNS tak memakai pakaian adat Jawa dengan berbagai alasan. Ada yang lupa, terburu-buru saat berangkat dan sedang hamil.

Inspektur dari Inspektorat Kabupaten Karanganyar, Agus Cipto Waluyo mengatakan, untuk kali ini memang ada toleransi karena masih dalam tahap percobaan. “Sidak kali ini hanya untuk mengetahui bagaimana ketaatan PNS dengan peraturan yang baru saja dikeluarkan” ujarnya.

Seperti diketahui, seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di Karanganyar mulai hari ini, Rabu (9/1), wajib mengenakan busana Kejawen beskap landhung dan jarik tanpa keris. Busana tradisional itu dikenakan tiap Rabu minggu I dan II. Untuk Rabu minggu III dan IV mengenakan batik khas Karanganyar, batik motif kencar-kencar.

Surat keputusan mengatur pakaian itu diteken Bupati Rina Iriani, Senin (7/1) dan mulai berlaku minggu ini. Adapun perempuan wajib mengenakan kebaya. Kewajiban ini sama dengan Pemkot Solo yang sudah sejak dipimpin Jokowi (walikota) mewajibkan beskap landhung pada tiap Kamis.

Beberapa PNS yang dihubungi mengaku sebetulnya kebijakan ini baik, hanya saja merepotkan. Terutama PNS yang bekerja di bidang pelayanan masyarakat dan terjun ke lapangan. Jika memakai beskap, tentu tidak sebebas kalau memakai pakaian dinas biasa.

“Tapi karena sudah ketentuan, apa boleh buat. Sementara menyewa dulu meski kalau diterus-teruskan, ya lebih baik beli,” kata salah seorang karyawan Dinas Perhubungan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge