0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengelola Lama Galabo Tinggalkan Sejumlah Tunggakan

Shelter baru Galabo (Dok. Timlo.net/Daryono)

Solo – Manajemen lama pusat kuliner Gladak Langen Bogan (Galabo) ternyata masih meninggalkan sejumlah masalah. Hal itu berkaitan masih adanya sejumlah tunggakan terkait pengelolaan Galabo.

Informasi yang berhasil dihimpun Timlo.net, pengelola Galabo lama masih memiliki hutang sewa tempat penyimpanan gerobak dan tunggakan air  PDAM. Tunggakan sewa tempat penyimpanan gerobak itu terbagi di dua tempat yaitu Gedung DHC ’45 dan rumah salah seorang warga di dekat Galabo.

Total tunggakan yang ditinggalkan oleh pengelola lama itu sebesar Rp89,3 juta. Dari nilai tersebut, Rp45,5 juta merupakan tunggakan air PDAM. Sementara Rp45,5 juta dan Rp7,8 juta masing-masing tunggakan dari sewa penyimpanan gerobak.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto menegaskan tuggakan yang ditinggalkan pengelola lama itu tidak bisa dibebankan kepada Pemkot. “Itu pengelola lama, bukan lagi menjadi beban pemkot sehingga tidak bisa dibebankan ke APBD. Pemkot tidak mempunyai utang dengan mereka,” jelas Honda, Selasa (8/1), di Gedung Dewan.

Dikatakan Honda, pihaknya sudah memberikan saran kepada UPTD Kawasan Kuliner untuk menyelesaikan permasalahan itu sesegera mungkin. “Ya kami sebatas menyarankan agar itu diselesaikan secara kekeluargaan, pengelolaan Galabo sekarang sudah berganti manajemen,” tuturnya.

Adanya tunggakan tersebut, dibenarkan anggota Komisi III, Abdullah AA.  Menurutnya permasalahan tunggakan itu terjadi mulai 2010 lalu.“Memang saya mendapat laporan itu. Dulu Galabo kan dipegang oleh pengelola. Kemudian, mulai 2012, agar pengelolaan lebih baik, maka Galabo dikelola oleh pemkot. Untuk persoalan utang itu kan oleh pengelola lama. Jadi tidak bisa dilimpahkan ke pemkot, tidak bisa dibebankan ke APBD. Ya kalau mau menyelesaikan terserah dari pengelola lama seperti apa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Kawasan Kuliner, Agus Siswuryanto menyatakan persoalan tunggakan tersebut telah diselesaikan. Hanya saja, soal penyelesaian menjadi tanggung jawab pengelola lama. “Itu sudah rampung. Sudah diselesaikan oleh yang lama. Kalau penyelesaiannya seperti apa, saya tidak masuk ranah itu,” pungkasnya.

.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge