0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Danar : Proyek Waduk Pidekso Salahi Perda

Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto (Dok.Timlo.net/ Aris Arianto)

Wonogiri — Setelah sekian lama tak terdengar kabarnya, proyek pembangunan Waduk Pidekso Wonogiri mulai disorot lagi. Proyek yang baru pada tahap penyusunan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) itu dikatakan menyalahi Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Wonogiri.

Bupati Wonogiri Danar Rahmanto, Selasa (8/1) mengatakan pembangunan Waduk Pidekso menyimpang dari Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Wonogiri. Ditambah lagi, koordinasi dari instansi pelaksana pembangunan dianggap terlalu lemah.

“Memang Perda RTRW kita tak mengakomodasi ruang bagi Waduk Pidekso. Dan sampai saat sekarang ini, kami juga belum berencana merevisi perda tersebut. Apalagi langkah merevisi perda RTRW bukan perkara mudah dan butuh waktu. Kami memilih wait and see saja. Kita lihat perkembangannya nanti bagaimana,” ujar Bupati.

Malah, Danar secara terus terang- mengaku prihatin dengan pola kerja instansi pelaksana pembangunan waduk Pidekso. Kesannya, tidak ada koordinasi  antara Pemkab Wonogiri dan instansi pelaksana proyek. Menurut dia, Pemkab sering hanya menjadi penonton dan pendengar saja. Dan baru diajak berkoordinasi ketika persoalan muncul.

“Semestinya setiap tahap  pembangunan itu melibatkan pemkablah, minimal diberitahu. Lah, yang terjadi ada beberapa kegiatan yang justru baru kami ketahui setelah ada masalah. Padahal, masyarakat  tahunya proyek itu kegiatan kami. Lah, kami yang repot kalau seperti ini,” begitu tandasnya.

Keprihatinan semakin menjadi ketika dirinya dilapori soal datangnya orang yang mengaku konsultan ke Kecamatan Giriwoyo dan Batuwarno. Orang tersebut meminta camat membuat penetapan harga tanah yang akan ditenggelamkan dalam proyek Waduk Pidekso. Danar baru mengetahuinya setelah mendapat laporan dari Camat Giriwoyo, Sariman.

Lantaran adanya beberapa kenyataan tersebut, Danar ingin pelaksana pembangunan melangkah bersama pemkab. Sebab, faktanya Pemkab Wonogiri bakal menjadi pihak yang paling sering berhadapan dengan masyarakat.

Sebagai catatan, rencananya bakal dibangun waduk pada hulu Waduk Gajah Mungkur, tepatnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo Hulu yang masuk wilayah Giriwoyo dan Batuwarno. Dimana, Desa Pidekso Giriwoyo menjadi daerah yang paling banyak ditenggelamkan. Lantaran itulah, proyek tersebut dinamai proyek pembangunan Waduk Pidekso.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge