0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah Penipuan CPNS, BKD Klaten Panggil UPTD Pendidikan

Pertemuan BKD Klaten dengan kepala UPTD Pendidikan (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Klaten, Selasa (8/1), memanggil seluruh kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan di wilayah ini untuk membahas maraknya kasus penipuan dengan modus pengangkatan CPNS dengan sasaran guru wiyata bhakti (WB).

Pertemuan yang dihadiri 26 kepala UPTD Pendidikan ini dipimpin langsung Kepala BKD Klaten Cahyo Dwi Setyanto, di Ruang B II Setda Klaten. Pertemuan itu berlangsung sekitar satu jam.

Dalam arahannya, Cahyo meminta agar seluruh kepala UPTD Pendidikan untuk ikut membantu BKD dalam mencegah aksi penipuan CPNS dengan sasaran guru WB tersebut.

“Peran UPTD sangat besar dalam mencegah maraknya kasus penipuan CPNS. Untuk itu perlu koordinasi dari semua pihak,” ujar Cahyo.

Cahyo juga meminta kepada semua pihak untuk tidak percaya jika ada oknum yang mengaku bisa membantu dalam pengangkatan CPNS. Mengingat penipuan CPNS biasanya mencatut nama pejabat di BKD untuk meyakinkan korbannya.

“Jika ada oknum yang mengatasnamakan kepala BKD dalam rekruitmen guru WB menjadi PNS, saya minta semua pihak untuk tidak percaya. Apalagi menghubungi melalui telepon. Itu sudah dapat dipastikan sebagai penipuan,” tegas Cahyo.

Sementara itu, Kabid Umum BKD Klaten, Djoko Purwanto, menambahkan modus penipuan CPNS yang akhr-akhir ini terjadi yakni pelaku menghubungi kepala sekolah untuk meminta daftar nama guru WB sekaligus nomor handphone. Alasannya ada pengangkatan CPNS.

“Sejauh ini sudah ada satu korban yakni seorang guru WB di SDN 2 Gatak, Kecamatan Ngawen kehilangan uang Rp 7 juta. Uang tersebut terlanjur ditransfer ke rekening pelaku. Korban sudah melapor ke BKD,” ujar Djoko.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Klaten Tengah, M Isnaini, mengatakan, pihaknya akan menjalankan instruksi dari BKD dengan selalu berkoordinasi dengan kepala sekolah di wilayahnya.

“Memang kami juga mendapatkan laporan dari kalangan guru WB, untungnya mereka belum menyerahkan uang kepada pelaku,” imbuhnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge